{"fatawa":{"id":10014,"title":"Ingin Membatalkan Lamaran Karena Tertarik Dengan Orang Yang Lebih Baik Akhlaknya","slug":"ingin-membatalkan-lamaran-karena-tertarik-dengan-orang-yang-lebih-baik-akhlaknya","order":"","question":"<p>Seorang gadis ingin memutuskan lamaran dari pelamarnya, dan dia ingin  berhubungan dengan selainnya yang dia anggap lebih baik akhlaknya  dibanding pelamar pertama. Apa hukum agama dalam masalah ini?<\/p>","answer":"<div class=\"answer\">\r\n<p>Alhamdulillah<\/p>\r\n<p>Lamaran adalah janji untuk menikah, maka kedua belah pihak      boleh membatalkannya jika dia melihat hal itu lebih baik bagi dirinya.<\/p>\r\n<p>Disebutkan dalam Fatawa Lajnah Daimah, 18\/69, \"Sekedar      melamar antara laki-laki dan perempuan&nbsp; tidak dianggap sebagai akad nikah.      Baik laki-laki maupun perempuan, boleh membatalkan lamarannya jika dia      menganggap hal itu lebih baik baginya, baik pihak lain ridha atau tidak.\"&nbsp;<\/p>\r\n<p>Gadis tersebut, jika dia melihat ada cacat atau kekurangan      pada pelamarnya, dia boleh membatalkan lamarannya, seraya berharap ada yang      melamar yang lebih baik darinya.<\/p>\r\n<p>Kami ingatkan di sini, bahwa tidak boleh bagi seorang muslim      untuk melamar wanita yang sudah dilamar orang lain dan jangan mempengaruhi      wanita tersebut untuk membatalkan lamaran orang lain kepadanya, berdasarkan      sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,&nbsp; &nbsp;<\/p>\r\n<p>&nbsp;\u0648\u064e\u0644\u0627      \u064a\u064e\u062e\u0652\u0637\u064f\u0628\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062c\u064f\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u062e\u0650\u0637\u0652\u0628\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u064a\u064e\u062a\u0652\u0631\u064f\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0637\u0650\u0628\u064f      \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u060c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0630\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0637\u0650\u0628\u064f) \u0631\u0648\u0627\u0647 \u0627\u0644\u0628\u062e\u0627\u0631\u064a (4848) \u0648\u0645\u0633\u0644\u0645 (1412)      .<\/p>\r\n<p>\"Tidak boleh bagi seseorang melamar wanita yang sudah dilamar      saudaranya hingga pelamar tersebut meninggalkannya atau menerimanya. Atau      diizinkan oleh pelamar (pertama).\" (HR. Bukhari, no. 4848, Muslim, no. 1412)<\/p>\r\n<p>An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitab Syarh Muslim,      9\/197, \"Hadits-hadits ini secara zahir&nbsp; menunjukkan diharamkannya seseorang      melamar wanita yang sudah dilamar orang lain. Mereka sepakat menyatakannya      keharamannya jika pelamar tersebut sudah jelas-jelas mendapatkan jawaban      diterima lamarannya dan dia tidak mengizinkan&nbsp; (orang lain untuk melamarnya)      atau meninggalkan lamarannya.\"&nbsp;<\/p>\r\n<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya      tentang seseorang yang melamar wanita yang sudah dilamar orang lain, apakah      hal itu boleh?<\/p>\r\n<p>Beliau menjawab, \"Alhamdulillah, terdapat riwayat shahih dari      Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, 'Tidak dihalalkan bagi      seseorang untuk melamar wanita yang sudah dilamar saudaranya.\" Karena itu,      para imam mazhab yang empat sepakat berdasarkan teks-teks yang bersumber      dari mereka dan ulama selain mereka, bahwa hal itu diharamkan. &nbsp;<\/p>\r\n<p>Hanya saja, mereka berbeda pendapat terkait dengan sahnya      nikah pelamar yang kedua itu berdasarkan dua pendapat;<\/p>\r\n<p>Pertama, pernikahannya batil, sebagaimana pendapat Malik dan      Ahmad dalam salah satu dua riwayatnya.<\/p>\r\n<p>Pendapat lainnya, pernikahannya sah, seperti pendapat Abu      Hanifah, Syafii, Ahmad dalam riwayat lain, berdasarkan pemahaman bahwa yang      diharamkana adalah perkara sebelum akad, yaitu lamarannya (bukan akadnya).      Sedang yang menganggapnya batil berpendapat bahwa diharamkannya akad adalah      dengan pemahaman bahwa jika lamarannya saja diharamkan, apalagi akadnya,      lebih utama diharamkan.<\/p>\r\n<p>Tidak ada perbedaan pendapat diantara mereka bahwa orang yang      melakukan hal itu bermaksiat kepada&nbsp; Allah dan Rasul-Nya dan bersikeras      dengan kemaksiatannya padahal dia mengetahuinya merusak agama dan      kredibilitas orang tersebut di hadapan kaum muslimin.\"<\/p>\r\n<p>Majmu Fatawa, 7\/32.<\/p>\r\n<p>Jika sang gadis tersebut mengetahui bahwa seseorang lebih      baik dan ingin datang untuk melamarnya apabila dia membatalkan lamarannya      yang pertama, bukan karena diprovokasi atau intervensi oleh orang yang      kedua, atau orang yang kedua datang untuk melamar sedangkan dia tidak tahu      bahwa gadis itu telah dilamar, maka tidak mengapa jika dia membatalkan      lamaran dari orang pertama. Hendaknya dia istikharah kepada Allah jika ingin      membatalkan lamaran &nbsp;dan menerima lamaran yang baru. Sebagaimana sepatutnya      tidak tergesa-gesa menerima lamaran siapa saja yang melamar sebelum      diketahui orangnya terkenal baik dalam masalah agama dan akhlaknya.<\/p>\r\n<p>Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa      sallam,&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\r\n<p>\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0637\u064e\u0628\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e      \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062e\u064f\u0644\u064f\u0642\u064e\u0647\u064f \u0641\u0632\u0648\u0651\u0650\u062c\u064f\u0648\u0647 \u060c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062a\u0643\u064f\u0646\u0652 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650      \u0648\u064e\u0641\u064e\u0633\u0627\u062f\u064c \u0639\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064c (\u0631\u0648\u0627\u0647 \u0627\u0644\u062a\u0631\u0645\u0630\u064a\u060c \u0631\u0642\u0645 &nbsp;1084 \u060c \u0645\u0646 \u062d\u062f\u064a\u062b \u0623\u0628\u064a \u0647\u0631\u064a\u0631\u0629 \u060c \u0648\u062d\u0633\u0646\u0647      \u0627\u0644\u0623\u0644\u0628\u0627\u0646\u064a \u0641\u064a \u0635\u062d\u064a\u062d \u0627\u0644\u062a\u0631\u0645\u0630\u064a(<\/p>\r\n<p>\"Jika ada yang datang melamar kepada kalian orang yang kalian      ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah. Jika hal itu tidak kalian      lakukan, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi.\" (HR.      Tirmizi, no. 1084, dari hadits Abu Hurairah, dinyatakan hasan oleh Al-Albani      dalam Shahih Muslim)<\/p>\r\n<p>Wallahu a'lam.<\/p>\r\n<\/div>\r\n<div class=\"source\">Soal Jawab Tentang Islam<\/div>","status":1,"created_at":"2015-03-13T20:51:58.000000Z","updated_at":"2015-03-13T20:51:58.000000Z","language_id":48,"fatawacate_id":39,"parent_id":10011,"author_id":"","books":[],"articles":[],"videos":[],"audios":[],"author_name":"","category_name":"\u0627\u0644\u062e\u0637\u0628\u0629","category_slug":"","get_date":"2015-03-13"},"translations":[],"fatawa_books":[],"fatawa_articles":[],"fatawa_videos":[],"fatawa_audios":[],"url":"http:\/\/www.islamland.com\/ind\/api\/fatawas\/10014"}