{"fatawa":{"id":11004,"title":"Kelompok Ahmadiyah Lahoriyah dan Hukum Menikah Dengan Wanita Mereka","slug":"kelompok-ahmadiyah-lahoriyah-dan-hukum-menikah-dengan-wanita-mereka","order":"","question":"<p>Saya seorang laki-laki yang berusia 34 tahun, saya telah menikah dengan  seorang wanita yang usianya 36 tahun, saya orang sunni, sedangkan istri  saya dari kelompok Ahmadiyah Lahoriyah, saya telah menikahinya sejak  satu setengah tahun yang lalu, saya sebelumnya tidak banyak mengetahui  prihal kelompok tersebut, kecuali bahwa sebagian teman-teman saya  berkata kepada saya: &ldquo;Tidak apa-apa menikahi wanitanya selama dia  mengucapkan dua kalimat syahadat dan masih berada pada keyakinannya&rdquo;. Ia  berkata kepada saya: &ldquo;Tetaplah anda berada pada keyakinan anda, akan  tetapi pada akhirnya anda akan mengetahui siapa yang benar dan siapa  yang salah&rdquo;. Sebenarnya kami menghawatirkan masa depan anak-anak kami,  mereka akan tumbuh dengan keyakinan yang mana ?. Saya mencintai wanita  tersebut dengan sepenuh hati, saya melihat bahwa perceraian bukanlah  solusi; karena setiap kami akan sulit sekali mendapatkan pasangan  kembali, apalagi pada usia yang mulai senja ini, saya juga tidak  menghukumi seseorang yang masih mendirikan shalat dengan menghadap  kiblat dengan kekufuran, maka apa nasehat anda ?, dan di antara yang  membedakan antara Ahmadiyah Lahoriyah dengan Ahmadiyah Qadyaniyah adalah  bahwa Ahamadiyah Lahoriyah tidak meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad  sebagai seorang Nabi, namun mereka meyakini bahwa Mirza adalah tokoh  pembaharu yang paling menonjol pada abad 14. Apakah yang demikian itu  menjadi berbeda dari keduanya ?<\/p>","answer":"<div class=\"answer\">\r\n<p>Alhamdulillah<\/p>\r\n<p>Telah disebutkan pada jawaban      soal nomor: <a href=\"http:\/\/islamqa.info\/id\/4060\">4060<\/a> tentang rincian akidah Qadyaniyah,      dan mereka bukan termasuk umat Islam, yang dapat difahami dari perkataan      anda bahwa anda sebenarnya yakin dengan hal ini, namun yang menjadi      persoalan anda adalah kelompok Ahmadiyah Lahoriyah.<\/p>\r\n<p>Sebagaimana diketahui bahwa      pendiri Qadyaniyah adalah Mirza Ghulam Ahmad al Qadyani, sepeninggalnya pada      tahun 1908 M. dia telah meninggalkan warisan harta dan kedudukan,      pengikutnya banyak yang memperebutkan keduanya, akan tetapi pendiri yang      sebenarnya dari Ahmadiyah -adalah penjajah Inggris- tidak mengizinkan mereka      untuk mengaku-ngaku sebagai Nabi seperti yang dilakukan oleh Mirza Ghulam      Ahmad, untuk menjaga penyebaran kelompok tersebut di tengah-tengah umat      Islam tanpa ada keraguan dalam diri mereka yang masih awam, akan tetapi hal      tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa terjadi perbedaan pendapat dengan para      ahli waris dari Mirza tentang harta tersebut untuk siapa dan bagaimana      pembagiannya ?<\/p>\r\n<p>Karena hal tersebut maka pada      tahun 1914 M. telah terjadi perpecahan di antara mereka hingga menjadi dua      kelompok:<\/p>\r\n<p>Pertama: Ahmadiyah      Qadyaniyah.<\/p>\r\n<p>Tokoh yang berada pada      kelompok ini adalah Basyiruddin Mahmud bin Mirza Ghulam, dialah yang      mengantikan Nuruddin al Buhairawi sepeninggalnya yang menjadi kholifah      pertama dari Mirza Ghulam, inilah yang dimaksud dengan Qadyaniyah secara      umum, mereka dikenal dengan sebutan: &ldquo;Syu&rsquo;bah Rabwah&rdquo;, sebuah nama kota baru      yang dibangun oleh Basyiruddin, dan mengklaim bahwa nama kota tersebut yang      tertera di dalam al Qur&rsquo;an:<\/p>\r\n<p>)\u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650      \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064d \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0629\u064d) \u0627\u0644\u0628\u0642\u0631\u0629\/265<\/p>\r\n<p>(\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649      \u0631\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0629\u064d \u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0631\u064d \u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064d) \u0627\u0644\u0645\u0624\u0645\u0646\u0648\u0646\/50<\/p>\r\n<p>Kedua: Kelompok Lahoriyah<\/p>\r\n<p>Sedangkan kelompok yang lain      dinamakan Ahmadiyah Lahoriyah, mereka menjadikan kota Lahor yang merupakan      ibu kota Pinjab sebagai pusat kegiatan mereka, kemudian dikenal dengan      &ldquo;Syu&rsquo;bah Lahor&rdquo;. Dan yang menjadi pimpinan mereka adalah Muhammad Ali, dia      adalah Qadyani yang buruk, dahulu termasuk yang membantu Mirza Ghulam Al      Qadyani, mempunyai buku yang terkenal tentang terjemah al Qur&rsquo;an Karim ke      dalam bahasa Inggris, buku tersebut telah dikecam oleh ulama Ahlus Sunnah      karena di dalamnya telah disisipkan tentang keyakinan kelompok Qadyaniyah.<\/p>\r\n<p>Para ulama berbeda pendapat      tentang keyakinan Muhammad Ali kepada Mirza Ghulam Ahmad al Qadyani,      sebagian mereka berkata: Bahwa dia meyakini Mirza sebagai mujaddid      (pembaharu) bukan sebagai Nabi, namun menurut pendapat yang rajih adalah      bahwa dia seorang yang nista dan pembuat makar, bahwa sepeninggal Mirza baru      dia memproklamirkan tentang keyakinannya agar tidak dianggap menyimpang jauh      dari Islam tentang kenabian Mirza. Dan itulah yang terjadi, maka melalui      dirinya faham Ahmadiyah mulai berkembang di banyak negara.<\/p>\r\n<p>Berikut ini ringkasan tentang      sempalan dari Qadyaniyah dan keyakinan mereka yang sebenarnya:<\/p>\r\n<p>DR. Ghalib bin Ali &lsquo;Iwaji      &ndash;waffaqahullah-:<\/p>\r\n<p>Sempalan Lahoriyah al      Qadyaniyah:<\/p>\r\n<p>Kepala dari sempalan ini      adalah Muhammad Ali, dia termasuk generasi awal yang ikut mendirikan      Qadyaniyah, dia mempunyai peran yang penting dan kontribusi yang besar dalam      memunculkan Mirza Ghulam sebagai Nabi, membantu proses tersebut melalui      pemikiran dan buku-bukunya. Dialah orang terakhir yang paling setia kepada      Inggris dan menyeru agar mentaati mereka dengan sukarela, mereka pernah      mempunyai beberapa catatan tentang Mirza Ghulam dan keluarganya, terkadang      ia merasa iri dengan Mirza yang mengaku Nabi karena banyak harta yang      mengalir kepadanya dari pengikutnya, maka ia pun berterus terang dengan      keadaan Mirza yang sebenarnya mengaku Nabi, namun Mirza pun membantah      tuduhan tersebut.<\/p>\r\n<p>Setelah meninggalnya Mirza      yang mengaku Nabi, perbedaan semakin meruncing antara keluarga Mirza yang      mengaku Nabi dengan Muhammad Ali, seputar pembagian harta warisan yang      banyak dikuasai oleh keluarga Mirza Ghulam, padahal mereka mengetahui yang      sebenarnya bahwa kenabian yang mereka buat adalah seperti perusahaan profit      yang mana mereka semua (termasuk Muhammad Ali) termasuk di dalamnya.      Perbedaan personal tersebut ternyata tidak banyak berpengaruh pada      penyempurnaan strategi untuk menggulingkan Islam, khususnya kekuatan yang      telah dibangun oleh Mirza Ghulam dan pemikirannya masih menjadi sumber      kekuatan, mereka para penjajah masih ingin menyempurnakan jerat-jeratnya      demi mencapai tujuannya.<\/p>\r\n<p>Adapun berkaitan dengan      keyakinan Muhammad Ali kepada Mirza Ghulam, apakah dia banyak berbeda      dengannya, atau dia mempunyai mabda&rsquo; (pemikiran) yang dibisikkan kepadanya,      atau dia sepakat dengan Mirza seutuhnya ?. Nampaknya bagi kami yang menonjol      adalah sebagaimana pendapat para ulama yang menukil pendapat-pendapatnya      bahwa mereka berdua berbeda pendapat pada hal-hal berikut ini:<\/p>\r\n<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;          Sebagian mereka berpendapat bahwa Muhammad Ali yang dipilih oleh Inggris      untuk menyempurnakan strategi Qadyaniyah dengan cara tidak berhadapan      langsung dengan banyak kelompok umat Islam      di India, Pakistan dan      lain-lain. Juga menjauhi kontak langsung dengan ulama kaum muslimin yang      giat memerani Qadyaniyah dan mengeluarkannya dari agama Islam. Maka      kondisinya menuntut Muhammad Ali dan cabang-cabangnya agar mengimbangi      kecaman para ulama tersebut dengan tidak meyakini kenabian Mirza Ghulam,      tapi hanya menempatkannya sebagai mujaddid (pembaharu) dan mushlih      (pembenah); untuk mengundang perhatian banyak orang kepada Qadyaniyah dan      untuk menekan kemarahan umat Islam kepada Qayaniyah, maka Muhammad Ali dan      cabang-cabangnya menampakkan diri dengan pemikiran ini dengan tujuan untuk      memancing orang-orang dan terjebak dalam perangkapnya.<\/p>\r\n<p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;     Di      antara mereka ada yang berpendapat bahwa Muhammad Ali dan cabangnya      sebelumnya meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad tidak mengaku sebagai Nabi,      semua yang menyatakan demikian hanya merupakan ungkapan perumpamaan saja,      mereka mengakui hal tersebut secara bahasa saja, mereka mengakui realita dan      orang-orang Qadyaniyah menganggap mereka sebagai orang munafik; karena      mereka berusaha menggabungkan antara aqidah Qadyaniyah dan penisbatan kepada      pendiri dan kepalanya dengan persetujuan banyak orang. Sesuai dengan sikap      tersebut bahwa Muhammad Ali al Lahore selalu menjuluki Mirza Ghulam Ahmad      sebagai mujaddid (pembaharu) abad 14 dan mushlih akbar (pembenah yang      agung), selain itu dia juga meyakininya sebagai al Masih yang dijanjikan.<\/p>\r\n<p>An Nadewi berkata tentang      mereka: &ldquo;Atas dasar itulah kedua kelompok tersebut bertemu&rdquo;.<\/p>\r\n<p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;          Ustadz Mirza Muhammad Salim Akhtar berpendapat dalam bukunya: &ldquo;Kenapa Saya      Meninggalkan Qadyaniyah ?&rdquo;, menuju pendapat yang lain bahwa beliau berkata      setelah melihat perbedaan yang terjadi antara Muhammad Ali dengan jama&rsquo;ah      Rabwah tentang kedudukan khilafah setelah Nuruddin: &ldquo;Dia mengingkari      kenabian Mirza demi meraih kemuliaan di tengah-tengah umat Islam&rdquo;. Kemudian      beliau berkata: &ldquo;Tidak seorang pun yang mengingkari realita tersebut, bahwa      Muhammad Ali telah mengakui kenabian Mirza, pengingkarannya tentang      kenabiannya dianggap laksana simpul di angkasa&rdquo;.&nbsp;<\/p>\r\n<p>Realitanya:<\/p>\r\n<p>Pendapat yang mengatakan      bahwa cabang Lahore yang dipimpin oleh Muhammad Ali tidak meyakini kenabian      Ghulam atas dasar kesadaran adalah pendapat yang sulit diterima; karena      sikap dan semua penjelasan mereka menyatakan bahwa mereka meyakini kenabian      Mirza Ghulam tidak hanya sekedar mujaddid dan pembenah saja.<\/p>\r\n<p>Sebagaimana      penjelasan-penjelasan Ghulam sendiri tentang kenabiannya tidak bisa      diingkari oleh mereka yang berada lebih jauh dari cabang Lahore, lalu      bagaimana mungkin mereka tidak mengetahui sama sekali perihal kenabian      tersebut ?!<\/p>\r\n<p>Sebagaimana juga bahwa      keyakinan cabang Lahore tersebut tidak mempunyai pondasi apapun kecuali      pondasi yang telah dibangun oleh Ghulam Ahmad yang dibantu oleh Muhammad Ali      sendiri.<\/p>\r\n<p>Kebatilan itu pasti akan      menyebabkan kontradiksi di antara pengikutnya, Muhammad Ali sendiri yang      menjelaskan tentang Ghulam Ahmad: &ldquo;Kami berkeyakinan bahwa Ghulam Ahmad      sebagai al Masih yang dijanjikan, dan al Mahdi yang ditunggu, dia adalah      Rasulullah dan Nabi-Nya yang telah diturunkan dengan derajat yang Dia      jelaskan sendiri &ndash;maksudnya: dia adalah lebih utama dari semua Rasul-      sebagaimana juga kami meyakini bahwa tidak ada jalan keselamatan bagi siapa      saja yang tidak beriman kepadanya&rdquo;.<\/p>\r\n<p>Teks-teks yang lain masih      banyak, yang semuanya menjelaskan bahwa cabang tersebut hasilnya tidak      berbeda dari gerakan Qadyaniyah pusat yang ada di Qadiyan, dia menipu untuk      tidak menampakkan keyakinannya dengan kemunafikan dan menipu orang awam,      bahkan dia sampai mewasiatkan kepada pengikutnya di daerah &ldquo;Marisyis&rdquo; agar      mereka tidak menyebarkan faham bahwa Ghulam Ahmad sebagai Nabi, dan yang      tidak meyakini demikian maka dianggap kafir; karena keyakinan bahwa Ghulam      sebagai Nabi akan membahayakan penyebaran Qadyaniyah, itu artinya mereka      menyebarkan bahwa Ghulam sebagai mujaddid untuk mendekatkan dan menarik      perhatian umat Islam kepada mereka.<\/p>\r\n<p>Dan di antara pendapat cabang      ini adalah: &ldquo;Andai saja Qadyaniyah sebelumnya menampakkan bahwa Ghulam Ahmad      bukan seorang Nabi, maka Qadyaniyah akan bisa masuk ke semua penjuru dunia&rdquo;.<\/p>\r\n<p>Dengan ini menjadi jelas      bahwa sempalan ini lebih lihai dan lebih cerdik dalam menyebarkan      Qadyaniyah, sempalan tersebut yang berkesempatan untuk menyebar pada era      modern ini sampai pada negara-negara Islam yang terjauh di benua Asia dan      Afrika.<\/p>\r\n<p>Muhammad Ali telah      bersungguh-sungguh untuk menawarkan faham Qadyaniyah, dan di antara usahanya      yang terpenting adalah: menterjemah al Qur&rsquo;an al Karim ke bahasa Inggris      dengan disisipi pemikiran Qadyaniyah, yang menjadikan banyak orang menjadi      korban pemikiran tersebut karena dikira bahwa penerjemahnya adalah seorang      muslim, dia juga mengarahkan penafsiran al Qur&rsquo;an yang membahayakan karena      terdapat kedustaan dan kedzaliman dan menyimpang dari para ulama, bahasa      Arab dan ijma&rsquo;; karena dia mentafsiri dengan makna kebatinan, banyak fokus      pada pengingkaran terhadap yang ghaib dan kekuasaan Yang Maha Kuasa.      Terdapat banyak sekali contoh dalam masalah tersebut, di antaranya adalah:<\/p>\r\n<p>Firman Allah &ndash;Ta&rsquo;ala- kepada      Musa:<\/p>\r\n<p>1-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;          (\u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628 \u0628\u0651\u0650\u0639\u064e\u0635\u064e\u0627\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0627\u0646\u0641\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u0627      \u0639\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u0627\u064b) \u0627\u0644\u0628\u0642\u0631\u0629\/60<\/p>\r\n<p>Yaitu; bahwa Allah menyuruh      Nabi Musa untuk berjalan menuju sebuah gunung yang terdapat 12 mata air.<\/p>\r\n<p>2-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;     )\u0648\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627      \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064f\u0648\u0631\u064e) \u0627\u0644\u0628\u0642\u0631\u0629\/63<\/p>\r\n<p>Yaitu; kalian dahulu berada      pada dataran rendah di muka bumi dan berada ditepi gunung yang menghadap      kepada kalian.<\/p>\r\n<p>3-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;          \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0642\u0650\u0631\u064e\u062f\u064e\u0629\u064b \u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e) \u0627\u0644\u0628\u0642\u0631\u0629\/65<\/p>\r\n<p>Yaitu; hati dan akhlak mereka      berubah bentuk.<\/p>\r\n<p>4-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;          \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0643\u064e\u0647\u064e\u064a\u0652\u0626\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650      \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u062e\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0637\u064e\u064a\u0652\u0631\u0627\u064b \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0647\u0650) \u0622\u0644 \u0639\u0645\u0631\u0627\u0646\/49<\/p>\r\n<p>Maksud dari &ldquo;Ath Thair&rdquo;      adalah isti&rsquo;arah, adalah orang-orang laki yang mampu mencapai kedudukan yang      tinggi di muka bumi dan apa yang berkaitan dengan itu dari akhlak dan yang      lainnya, dan terbang menuju Allah dan bersemayam di alam ruh.<\/p>\r\n<p>5. Maksud dari tangan yang      putih yang diberikan kepada Musa adalah haji, tali dan tongkat pada firman      Allah:<\/p>\r\n<p>)\u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627      \u062d\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0635\u0650\u064a\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652) \u0627\u0644\u0634\u0639\u0631\u0627\u0621\/44<\/p>\r\n<p>Yaitu; sarana-sarana dan tipu      daya mereka yang dilakukan untuk menjatuhkan upaya Nabi Musa.<\/p>\r\n<p>6. Firman Allah &ndash;Ta&rsquo;ala-:<\/p>\r\n<p>(\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627      \u0642\u064e\u0636\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064f      \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650) \u0633\u0628\u0623\/14 \u0627\u0644\u0622\u064a\u0629<\/p>\r\n<p>\u062f\u0627\u0628\u0629      \u0627\u0644\u0623\u0631\u0636 adalah      seorang laki-laki yang bernama Rahba&rsquo;am bin Sulaiman yang menguasai kerajaan      sesudahnya, dinamakan      \u062f\u0627\u0628\u0629      \u0627\u0644\u0623\u0631\u0636 karena      jarak pandangannya yang pendek dan tidak melampaui bumi.<\/p>\r\n<p>\u0627\u0644\u0645\u0646\u0633\u0623\u0629&nbsp; yang      berarti tongkat merupakan gambaran tentang lemah dan runtuhnya pemerintahan      .<\/p>\r\n<p>\u0627\u0644\u062c\u0646      adalah masyarakat asing yang tetap berada pada pemerintahan Bani Israil kala      itu.<\/p>\r\n<p>\u0647\u062f\u0647\u062f      \u0648\u0633\u0644\u064a\u0645\u0627\u0646 ia      adalah manusia yang dulunya dinamakan Hud-hud, ia adalah kepala intelejen      pada pemerintahannya Nabi Sulaiman.<\/p>\r\n<p>Dia telah mempermainkan makna      dalam al Qur&rsquo;an Karim dengan tafsir yang lebih cenderung kepada kebatinan,      canda dan penuh dengan kedustaan dan khurafat, tafsir tersebut telah      diterima oleh umat Islam &ndash;terlebih kepada mereka yang belum memahami bahasa      Arab- dengan senang hati; karena mereka tidak mengetahui bahwa tafsir al      Qur&rsquo;an Muhammad Ali dengan bahasa Inggris bertujuan untuk menghancurkan      makna dari syari&rsquo;at Islam dan pemahaman yang benar, Ustadz Nadewi telah      menyebutkan dalam bukunya: &ldquo;Al Qadyani dan Qadyaniyah&rdquo; tentang contoh bahwa      mereka mempermainkan al Qur&rsquo;an agar menjadi peringatan dan terbebas dari      kewajiban (menyampaikan).<\/p>\r\n<p>(Firaq Mu&rsquo;ashirah Tantasibu      ilal Islam: 2\/846-851)<\/p>\r\n<p>Atas dasar inilah maka      sempalan kelompok Lahore ini tidak jauh ada perbedaan dengan aslinya, maka      hukumnya sama yaitu; mereka telah keluar dari Islam.<\/p>\r\n<p>Telah diterbitkan keputusan      &ldquo;Majma&rsquo; Fiqhi Islami&rdquo; yang bersumber dari &ldquo;Munadzamah al Muktamar Islami&rdquo;      nomor: 4\/4\/3 tentang Qadyaniyah dan Lahoriyah, yang isinya:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Sedangkan kelompok Lahoriyah      mereka itu sama dengan Qadyaniyah dalam hukum yaitu; mereka semua telah      murtad meskipun mereka menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai bayangan dari      Nabi kita Muhammad &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam-&ldquo;.<\/p>\r\n<p>(Majalah Majma&rsquo;\/edisi: 2,      (1\/209))<\/p>\r\n<p>Baca juga jawaban soal nomor:     <a href=\"http:\/\/islamqa.info\/id\/45525\">45525<\/a> tentang pengharaman seorang muslim menikah      dengan wanita Qadyaniyah.<\/p>\r\n<p>Atas dasar itulah:<\/p>\r\n<p>Maka anda tidak boleh tinggal      bersama istri anda kecuali dia masuk Islam dan membebaskan diri dari      Qadyaniyah, kalau tidak demikian maka hubungan anda dengannya tidak sesuai      syari&rsquo;at, diharamkan bagi anda untuk memiliki rasa ketergantungan kepadanya,      tidak ada pilihan lagi bahwa anda harus meninggalkannya yang merupakan      kewajiban syar&rsquo;i, hubungan anda dengannya dirusak oleh aqidahnya yang      menyimpang, Allah &ndash;Ta&rsquo;ala- berfirman:<\/p>\r\n<p>(\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e      \u0644\u0650\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064d \u0648\u064e\u0644\u0627 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0636\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0627\u064b \u0623\u064e\u0646\u0652      \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u064a\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0635\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f      \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0636\u064e\u0644\u0627\u0644\u0627\u064b \u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u0627\u064b) \u0627\u0644\u0623\u062d\u0632\u0627\u0628\/36<\/p>\r\n<p>&ldquo;Dan tidaklah patut bagi      laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila      Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka      pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah      dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata&rdquo;. (QS. Al      Ahzab: 36)<\/p>\r\n<p>Jadi dia antara dua pilihan,      masuk Islam yang setelahnya diadakan akad nikah yang baru; karena pernikahan      sebelumnya adalah batil, atau dia tetap berada pada keyakinannya maka anda      harus berpisah dengannya, dan barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena      Alah maka Dia akan menggantikannya dengan yang lebih baik.<\/p>\r\n<p>Wallahu a&rsquo;lam.<\/p>\r\n<\/div>\r\n<div class=\"source\">Soal Jawab Tentang Islam<\/div>","status":1,"created_at":"2015-04-12T20:51:59.000000Z","updated_at":"2015-04-12T20:51:59.000000Z","language_id":48,"fatawacate_id":43,"parent_id":11003,"author_id":"","books":[],"articles":[],"videos":[],"audios":[],"author_name":"","category_name":"\u0627\u0644\u0623\u0646\u0643\u062d\u0629 \u0627\u0644\u0628\u0627\u0637\u0644\u0629","category_slug":"","get_date":"2015-04-12"},"translations":[],"fatawa_books":[],"fatawa_articles":[],"fatawa_videos":[],"fatawa_audios":[],"url":"http:\/\/www.islamland.com\/ind\/api\/fatawas\/11004"}