{"fatawa":{"id":11599,"title":"Keluarga Besar Seorang Suami Menginginkan Agar Dia Menceraikan Istrinya Namun Suami Tersebut Tidak Mau Melakukannya","slug":"keluarga-besar-seorang-suami-menginginkan-agar-dia-menceraikan-istrinya-namun-suami-tersebut-tidak-mau-melakukannya","order":" ","question":"<p>Usia pernikahan saya sudah 4 tahun, kami sudah dikaruniai seorang anak  laki-laki yang saat ini sudah berusia 1,5 tahun. Saya mengalami  kekerasan dalam rumah tangga dari mulai pukulan, hinaan, diusir dari  rumah, tidak diberi nafkah, semua itu menjadi ringan agar anak saya  tetap mempunyai bapak seperti halnya anak-anak yang lain. Namun yang  menjadi pertanyaan adalah bahwa saya tujuh tahun sebelum menikah, saya  telah menikah dengan teman sekampus saya, akan tetapi pernikahan  tersebut dilakukan secara &lsquo;urfi (adat), dan setelah keluarganya  mengetahui yang sebenarnya maka pernikahan tersebut telah diperbaiki  menjadi pernikahan yang sesuai syari&rsquo;at namun tidak berlanjut dalam  jangka waktu yang lama, kami berdua pun akhirnya bercerai, kemudian saya  menikah dengan suami saya yang sekarang, dia mengetahui masa lalu saya  namun tetap menerima untuk menikah dengan saya, masalahnya adalah dia  selalu menghina tentang masalah ini sepanjang siang dan malam,  permasalahan lain pun banyak bermunculan, ibunya selalu ikut campur  dalam masalah kami, kehidupan kami pun menjadi keruh, dia pun merusak  semua upaya perbaikan dengan suami saya, terakhir karena saya tinggal  dalam keluarga yang sering ikut campur dalam urusan kami, dia pun  mendengar banyak hal, ia juga mengetahui perihal pernikahan saya yang  pertama, dia dan suaminya meminta saya untuk membawa semua barang saya,  mereka menceraikan saya, namun sebenarnya perceraian tersebut bukan  menjadi keinginan suami saya; karena dia tidak ingin proses pendidikan  anaknya berada jauh dari pengawasannya, dan karena pada saat menikah  dengan saya posisinya sebagai duda dengan seorang anak yang telah  berusia 10 tahun berada jauh dari pengawasannya, dia tidak ingin  mengulangi masa lalunya tersebut dengan saya, dia pun mengkalim bahwa  dirinya mencintai saya, saya tidak tahu apa yang seharusnya saya lakukan  kepada keluarganya, saya juga sudah memintanya agar pindah dari rumah  tersebut, ibunya berkata dan menganggap saya sebagai pengkhianat dan  memungkinkan saya mencuri barang-barangnya, saya mengklaim bahwa dialah  yang mencuri barang-barang saya, akhirnya ibunya berkata kepadanya:  &ldquo;Keberadaan kami dalam rumah ini akan menjadi aman; karena istrimu juga  selalu di sini, dia pun tidak akan bisa mencuri karena keberadaan kami  di rumah ini&rdquo;. Dia juga berkata kepadanya agar menceraikan saya dan  menikah lagi dengan wanita lain.<\/p>","answer":"<div class=\"answer\">\r\n<p>Alhamdulillah<\/p>\r\n<p>Pertama:<\/p>\r\n<p>Pernikahan &lsquo;urfi (secara      adat) ada beberapa di antaranya yang batil, namun yang lainnya tidak      sempurna. Yang batil kalau ada seorang laki-laki yang melakukan akad nikah      dengan wanita tanpa persetujuan walinya, dan yang tidak sempurna jika      pernikahan tersebut tidak diumumkan dan diramaikan. Nampaknya menurut yang      anda gambarkan bahwa pernikahan di atas dilakukan tidak dengan sepengetahuan      keluarga, dan yang disayangkan yang tersebar di sebagian negara Islam adalah      jenis pernikahan yag batil, bahkan sejak awal tidak bisa dikatakan sebagai      pernikahan sama sekali !!<\/p>\r\n<p>Pada jawaban dari kedua soal      nomor: <a href=\"http:\/\/islamqa.info\/id\/45513\">45513<\/a> dan <a href=\"http:\/\/islamqa.info\/id\/45663\">45663<\/a> terdapat rincian penjelasan tentang masalah dan hukum persoalan tersebut.<\/p>\r\n<p>Kedua:<\/p>\r\n<p>Di antara hak-hak seorang      istri dari suaminya adalah mempergaulinya dengan ma&rsquo;ruf (baik),      menghormatinya dan tidak menghinanya.<\/p>\r\n<p>Dari &lsquo;Aisyah &ndash;radhiyallahu      &lsquo;anha- berkata:<\/p>\r\n<p>( \u0645\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650      \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0637\u0651\u064f \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650 \u060c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u0629\u064b \u060c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u062f\u0650\u0645\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627      \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 ) \u0631\u0648\u0627\u0647 \u0645\u0633\u0644\u0645           ( 2328 ) .<\/p>\r\n<p>&ldquo;Rasulullah &ndash;shallallahu      &lsquo;alaihi wa sallam- tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya, juga tidak      kepada seorang wanita, pembantu kecuali dalam jihad di jalan Allah&rdquo;. (HR.      Muslim: 2328)<\/p>\r\n<p>Dari Hakim bin Mu&rsquo;awiyah al      Qusyairi dari bapaknya berkata: &ldquo;Saya berkata: Wahai Rasulullah apa saja      yang menjadi hak istri seseorang di antara kita ?&rdquo;. Beliau bersabda:<\/p>\r\n<p>( \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064f\u0637\u0652\u0639\u0650\u0645\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0639\u0650\u0645\u0652\u062a\u064e \u060c \u0648\u064e\u062a\u064e\u0643\u0652\u0633\u064f\u0648\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627      \u0627\u0643\u0652\u062a\u064e\u0633\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u060c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u0652 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e \u060c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0642\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652 \u060c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0647\u0652\u062c\u064f\u0631\u0652      \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a      (\u0631\u0648\u0627\u0647      \u0623\u0628\u0648 \u062f\u0627\u0648\u062f ( 2142 ) \u0648\u0627\u0628\u0646 \u0645\u0627\u062c\u0647 ( 1850      )           \u060c \u0648\u0635\u062d\u062d\u0647 \u0627\u0644\u0623\u0644\u0628\u0627\u0646\u064a \u0641\u064a \" \u0635\u062d\u064a\u062d \u0623\u0628\u064a \u062f\u0627\u0648\u062f      \".<\/p>\r\n<p>&ldquo;Memberinya makan jika kamu      makan, memberinya pakaian jika kamu berpakaian, jangan memukul wajah, jangan      mengejeknya dan janganlah menghajr (menjauhi) kecuali di dalam rumah&rdquo;. (HR.      Abu Daud: 2142 dan Ibnu Majah: 1850 dan dishahihkan oleh al Baani dalam      Shahih Abu Daud)<\/p>\r\n<p>Almanawi &ndash;rahimahullah-      berkata:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Diharamkan memukul seorang      istri kecuali jika dia melakukan nusyuz (membantah)&rdquo;. (Faidhul Qadir: 1\/66)<\/p>\r\n<p>Asy Syaukani &ndash;rahimahullah-      berkata:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Pemahaman yang nampak dari      hadits di atas adalah bahwa tidak boleh menghajr (mengucilkannya) di ranjang      dan memukulnya kecuali jika dia melakukan perbuatan keji yang nyata dan      bukan karena suatu sebab yang lain, maka telah diriwayatkan adanya larangan      untuk memukul wanita secara umum&rdquo;. (Nail Authar: 6\/263)<\/p>\r\n<p>Imam Shon&rsquo;ani &ndash;rahimahullah-      berkata: &ldquo;Sabda Rasul yang menyatakan:           ( \u0644\u0627 \u062a\u0642\u0628\u0651\u062d ! )      (jangan mengejeknya !) yaitu; janganlah memperdengarkan kepadanya sesuatu      yang dia benci, seperti: Semoga Allah menjadikanmu buruk&hellip; atau ucapan yang      serupa dengannya&rdquo;. (Subulus Salam: 1\/150)<\/p>\r\n<p>Menjadi kewajiban seorang      suami agar bertakwa kepada Allah &ndash;Ta&rsquo;ala- sebagai kepala rumah tangga. Dan      hendaknya dia memahami bahwa dirinya tidak boleh merendahkan istrinya      tentang perkara yang sudah berlalu dan sudah selesai. Yang demikian itu      sebenarnya memberikan citra buruk pada diri sendiri, kerena sudah mengetahui      bahwa istrinya sudah menikah sebelumnya lalu dia menyetujuinya sebagai      istrinya dan sebagai ibu dari anak-anaknya, maka semua aib dan keburukan      pada hakekatnya adalah menjadi tanggung jawabnya. Jadi menjadi kewajiban      untuk mempergaulinya dengan baik, menunaikan hak-haknya sebagai istri dan      memperhatikan sesuatu yang penting; yaitu akibat dari kedzaliman itu bagi      pelakunya berat dan hina baik di dunia maupun di akherat. Kedzaliman adalah      termasuk dosa yang Allah &ndash;Ta&rsquo;ala- segerakan balasannya di dunia sebelum      nanti di akherat. Dari Anas &ndash;radhiyallahu &lsquo;anhu- berkata bahwa Rasulullah      &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam- bersabda:<\/p>\r\n<p>( \u0628\u0627\u0628\u0627\u0646 \u0645\u0639\u062c\u0644\u0627\u0646 \u0639\u0642\u0648\u0628\u062a\u0647\u0645\u0627 \u0641\u064a \u0627\u0644\u062f\u0646\u064a\u0627 : \u0627\u0644\u0628\u063a\u064a \u0648\u0627\u0644\u0639\u0642\u0648\u0642 ) \u0631\u0648\u0627\u0647      \u0627\u0644\u062d\u0627\u0643\u0645 ( 4 \/ 196 ) \u0648\u0635\u062d\u062d\u0647 \u0627\u0644\u0623\u0644\u0628\u0627\u0646\u064a \u0641\u064a \" \u0627\u0644\u0633\u0644\u0633\u0644\u0629 \u0627\u0644\u0635\u062d\u064a\u062d\u0629 \" ( 1120               ( .<\/p>\r\n<p>&ldquo;Dua perkara yag disegerakan      balasannya di dunia adalah perbuatan keji dan durhaka&rdquo;. (HR. Hakim: 4\/196      dan dishahihkan oleh al Baani dalam Silsilah Shahihah: 1120)<\/p>\r\n<p>Jika seorang suami tidak      ingin melupakan masa lalu istrinya dan terus menerus menghina dan      merendahkannya: maka jangalah dibiarkan tetap berada pada tanggung jawabnya,      dan hendaknya menceraikannya, berikanlah hak-haknya yang telah disepakati      sebelumnya. Adapun jika dia tetap menahannya dan tidak memberikan hak-haknya      sebagai seorang istri atau menahannya tapi tetap menghina dan merendahkannya      maka tidak dihalalkan baginya untuk melakukan perbuatan seperti itu.<\/p>\r\n<p>Untuk penjelasan lebih lanjut      bisa dibaca pada jawaban kedua soal nomor: <a href=\"http:\/\/islamqa.info\/id\/41199\">41199<\/a> dan     <a href=\"http:\/\/islamqa.info\/id\/10680\">10680<\/a>.<\/p>\r\n<p>Ketiga:&nbsp;<\/p>\r\n<p>Seorang suami tidak boleh      mengikuti keinginan kedua orang tuanya agar menceraikan istrinya, kecuali      jika sebab-sebab yang menjadikan mereka berdua menginginkan agar anak      laki-lakinya menceraikan istrinya adalah sebab-sebab yang syar&rsquo;i, seperti      bahwa istrinya telah bermaksiat atau karena meninggalkan kewajiban.<\/p>\r\n<p>Ulama Lajnah Daimah pernah      ditanya:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Seorang laki-laki telah      menikah dengan restu kedua orang tuanya, setelah mensetubuhinya dan tinggal      bersama selama tiga tahun dan dikaruniai beberapa anak: Ibunya memintanya      agar menceraikannya tanpa ada dosa dan kesalahan apapun, baik kesalahan      kepada suaminya atau kepada ibu mertuanya, baik wanita tersebut dicintai      oleh suaminya atau sebaliknya. Apa yang seharusnya dilakukan oleh suami      tersebut ? apakah tetap menceraikannya karena hawatir akan berbuat durhaka      kepada ibunya atau tidak ?&rdquo;<\/p>\r\n<p>Mereka menjawab:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Menjadi kewajiban seorang      laki-laki untuk berbakti kepada ibunya, berbuat baik kepadanya baik melalui      perkataan maupun perbuatan sesuai kemampuannya, dan jika istrinya yang      disebutkan di atas agama dan akhlaknya baik, maka dia tidak wajib      menceraikannya.<\/p>\r\n<p>(Syeikh Abdul Aziz bin Baaz,      Syeikh Abdur Razzaq Afifi, Syeikh Abdullah bin Ghadyan)<\/p>\r\n<p>(Fatawa Lajnah Daimah: 20\/31)<\/p>\r\n<p>Syeikh Muhammad Sholeh al      Utsaimin &ndash;rahimahullah- pernah ditanya:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Anda sudah mengetahui      tentunya apa yang terjadi di masyarakat tentang masalah ashobiyah, &ldquo;ini      kabilah saya dan yang ini bukan kabilah saya&rdquo;. Ada seorang laki-laki telah      menikah dengan wanita yang bukan berasal dari kabilahnya, seraya dimarahi      oleh bapaknya dan beliau berkata: &ldquo;Ceraikan dia !!, kalau tidak maka      hubungan nasab kita berdua akan terputus&rdquo;, maka bagaimanakah menurut      pendapat anda ?&rdquo;.<\/p>\r\n<p>Beliau menjawab:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Jika laki-laki tersebut      telah mencintainya karena agama dan akhlaknya, maka hendaknya dia      mempertahankannya (tidak menceraikannya), meskipun bapaknya telah menyuruh      untuk menceraikannya tidak perlu didengarkan dan ditaati. Ketidaktaatannya      kepada bapaknya tidak dianggap durhaka, bahkan sebenarnya bapaknyalah yang      memutuskan tali silaturrahim, karena dia berkata: &ldquo;Jika kamu tetap      mempertahankannya maka saya akan memutus tali silaturrohim denganmu&rdquo;. Maka      dialah yang memutuskan silaturrahim yang sebenarnya. Allah &ndash;Ta&rsquo;ala-      berfirman:<\/p>\r\n<p>( \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0633\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a      \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0642\u064e\u0637\u0651\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 * \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f      \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u064e\u0645\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652      )           \u0645\u062d\u0645\u062f\/ 22 \u060c 23      .<\/p>\r\n<p>&ldquo;Maka apakah kiranya jika      kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan      hubungan kekeluargaan?, Mereka itulah orang-orang yang dila`nati Allah dan      ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka&rdquo;. (QS.      Muhammad: 22-23)<\/p>\r\n<p>Tidak diragukan lagi bahwa      upaya memisahkan antara suami istri temasuk kerusakan di muka bumi, oleh      karenanya Allah menjadikannya termasuk perbuatan tukang sihir dalam      firman-Nya:<\/p>\r\n<p>( \u0641\u064e\u064a\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u064e\u0631\u0651\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e      \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u0650\u0647\u0650 ) \u0627\u0644\u0628\u0642\u0631\u0629\/ 102<\/p>\r\n<p>&ldquo;Maka mereka mempelajari dari      kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan      antara seorang (suami) dengan isterinya&rdquo;. (QS. Al Baqarah: 102)<\/p>\r\n<p>Para penyihir adalah penyebar      kerusakan, sebagaimana firman Allah yang menceritakan perkataan Nabi Musa      &ndash;alaihis salam- dalam:<\/p>\r\n<p>( \u0645\u064e\u0627 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062d\u0652\u0631\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u064a\u064f\u0628\u0652\u0637\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f      \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u0627 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e ) \u064a\u0648\u0646\u0633\/ 81      .<\/p>\r\n<p>&ldquo;Apa yang kamu lakukan itu,      itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya\".      Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan      orang-orang yang membuat kerusakan&rdquo;. (QS. Yunus: 81)<\/p>\r\n<p>Beliau menjadikan para ahli      sihir termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan, dan di antara bentuk      sihir yang paling besar adalah memisahkan seseorang dengan istrinya, seorang      bapak di atas yang telah berusaha untuk memisahkan antara anak laki-lakinya      dengan istrinya, perbuatannya tersebut tidak jauh berbeda dengan perbuatan      para tukang sihir termasuk bagian dari kerusakan di muka bumi, maka      perbuatan seorang bapak di atas yang menyuruh anak laki-lakinya agar      menceraikan istrinya dan kalau tidak akan memutuskan tali hubungan      kerabatnya itu termasuk sosok yang memutuskan hubungan silaturrahim dan      berbuat kerusakan di muka bumi, maka dia termsuk dalam ayat:<\/p>\r\n<p>( \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0633\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a      \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0642\u064e\u0637\u0651\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 . \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f      \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u064e\u0645\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652               (<\/p>\r\n<p>&ldquo;Maka apakah kiranya jika      kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan      hubungan kekeluargaan?, Mereka itulah orang-orang yang dila`nati Allah dan      ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka&rdquo;. (QS.      Muhammad: 22-23)<\/p>\r\n<p>Saya saat ini menujukan      nasehat saya kepada seorang anak laki-laki dengan berkata: &ldquo;Pertahankanlah      istrimu selama anda mencintainya karena agama dan akhlaknya&rdquo;. Nasehat saya      yang lain kepada sang ayah: &ldquo;Bertaqwalah kepada Allah dalam dirimu dan      jangan pisahkan antara anak laki-lakimu dengan istrinya, maka anda telah      berbuat kerusakan di muka bumi termasuk juga anda telah memutuskan hubungan      kekerabtan dengannya&rdquo;.<\/p>\r\n<p>Kepada anak laki-lakinya kami      berkata: &ldquo;Lanjutkan apa yang anda lakukan sekarang, baik disetujui oleh      bapakmu atau tidak, baik beliau akan memutuskan hubungan kekerabatanmu atau      tidak, namun jika ditakdirkan bahwa beliau benar-benar memutuskan      silaturrahim tersebut, maka pergilah kamu kepadanya dan berusahalah untuk      tetap menjalin hubungan baik dengan beliau, namun jika beliau tetap menolak,      maka dosanya hanya kepada beliau&rdquo;.<\/p>\r\n<p>Sebagian orang bisa saja      mengatakan: Bahwa Umar &ndash;radhiyallahu &lsquo;anhu- telah menyuruh anak laki-lakinya      agar menceraikan istrinya, maka dia pun menceraikannya atas perintah Nabi      &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam-, sedangkan saya menyuruh anak laki-laki saya      agar menceraikan istrinya. Maka kami menjawab: &ldquo;Masalah ini pernah      ditanyakan kepada Imam Ahmad bin Hambal &ndash;rahimahullah-: Ada seorang      laki-laki yang datang kepada beliau dan berkata: &ldquo;Sungguh bapak saya      menyuruh saya agar menceraikan istri saya&rdquo;. Beliau menjawab: &ldquo;Meskipun      beliau menyuruh anda untuk menceraikannya, dan saya mengira bahwa Imam Ahmad      menanyakan kepadanya: &ldquo;Apakah dia mencintainya atau tidak ?, maka ketika dia      mengabarkan bahwa dirinya mencintainya, maka beliau (Imam Ahmad) berkata:      &ldquo;Janganlah anda menceraikannya !&rdquo;. Dia berkata: &ldquo;Tidakkah Umar telah      menyuruh anak laki-lakinya agar menceraikan istrinya, dan anaknya      benar-benar menceraikannya ?&rdquo;. Beliau menjawab: &ldquo;Apakah bapak anda adalah      Umar ?. Umar tidak menyuruh anak laki-lakinya agar menceraikan istrinya atas      dorongan hawa nafsu atau ashobiyah, namun karena suatu perkara yang menurut      beliau akan mendatangkan maslahat.<\/p>\r\n<p>Kesimpulannya adalah:<\/p>\r\n<p>Bahwa seorang anak laki-laki      hendaknya mempertahankan istrinya selama suaminya mencintainya dari sisi      agama dan akhlak, baik disetujui oleh bapak dan ibunya atau tidak&rdquo;. (Liqoat      Bab Maftuh: 72 soal nomor: 7).<\/p>\r\n<p>Baca juga kedua jawaban soal      nomor: <a href=\"http:\/\/islamqa.info\/id\/44923\">44932<\/a> dan <a href=\"http:\/\/islamqa.info\/id\/47040\">47040<\/a>.<\/p>\r\n<p>Wallahu a&rsquo;lam.<\/p>\r\n<\/div>\r\n<div class=\"source\">Soal Jawab Tentang Islam<\/div>","status":1,"created_at":"2015-04-15T20:52:00.000000Z","updated_at":"2015-04-15T20:52:00.000000Z","language_id":48,"fatawacate_id":44,"parent_id":11597,"author_id":"","books":[],"articles":[],"videos":[],"audios":[],"author_name":"","category_name":"\u0627\u0644\u0639\u0634\u0631\u0629 \u0628\u064a\u0646 \u0627\u0644\u0632\u0648\u062c\u064a\u0646","category_slug":"","get_date":"2015-04-15"},"translations":[],"fatawa_books":[],"fatawa_articles":[],"fatawa_videos":[],"fatawa_audios":[],"url":"http:\/\/www.islamland.com\/ind\/api\/fatawas\/11599"}