{"fatawa":{"id":11670,"title":"Apakah I'tikaf Pada Sepuluh Malam Akhir Sendiri Atau Pulang Ke Tengah Keluarga Dan Beribadah Bersama Mereka?","slug":"apakah-itikaf-pada-sepuluh-malam-akhir-sendiri-atau-pulang-ke-tengah-keluarga-dan-beribadah-bersama-mereka","order":" ","question":"<div class=\"question\">Saya bepergian setiap hari sejauh kira-kira 122 Km  untuk bekerja. Akan tetapi disela-sela Ramadan, saya tinggal di kota  dimana saya bekerja. Hal itu dari hari senen sampai Jum&rsquo;at. Saya tidak  menemui keluarga sepanjang pekan. Apakah saya dibolehkan berpuasa di  tengah perjalanan, karena perjalanan tidak meletihkan di tengah  hari-hari ini. Apakah puasaku sah? Kalau saya mengambil cuti kerja pada  sepuluh malam akhir Ramadan, apakah (lebih bagus) saya beri'tikaf di  kota yang sama atau beri'tikaf bersama keluargaku dimana saya belum  banyak menghabiskan waktu bersama mereka? Begitu juga untuk membatu  istriku dalam pekerjaan rumah karena dia sangat lelah sekali dan tidak  memungkinkan melakukan banyak ibadah. Apakah yang terbaik bagiku  beri'tikaf atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan beribadah  bersama-sama?<\/div>","answer":"<div class=\"answer\">\r\n<p>Alhamdulillah<\/p>\r\n<p>Pertama,<\/p>\r\n<p>Orang musafir      dibolehkan berbuka di bulan Ramadan.      Berdasarkan Firman Allah      Ta&rsquo;ala:<\/p>\r\n<p>&nbsp;\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0635\u064f\u0645\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e      \u0645\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0633\u064e\u0641\u064e\u0631\u064d \u0641\u064e\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u0629\u064c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0623\u064f\u062e\u064e\u0631\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f      \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u0644\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e (\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0628\u0642\u0631\u0629: 185)<\/p>\r\n<p>\"Karena      itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan      itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau      dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa),      sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah      menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.&rdquo; (QS.      Al-Baqarah: 185)<\/p>\r\n<p>Tidak ada      perbedaan antara safar yang meletihkan atau mudah. Apakah yang terbaik      baginya berpuasa atau berbuka? Jawabannya adalah yang lebih utama dia      berpuasa. Kecuali dalam kondisi kepayahan, maka yang lebih utama adalah      berbuka. Anda dapatkan perincian dari jawaban ini di soal no.     <a href=\"http:\/\/islamqa.info\/id\/65629\">65629<\/a> dam <a href=\"http:\/\/islamqa.info\/id\/20156\">20156<\/a>.<\/p>\r\n<p>Kedua,<\/p>\r\n<p>Yang lebih      utama bagi saudaraku adalah pulang ke keluarga anda dan tinggal diantara      mereka untuk membantu istri anda dalam mengurus rumah.      Dan membantu      mereka dalam melakukan ketaatan dan menyibukkan pada sepuluh malam akhir.      Keberadaan anda di antara keluarga anda dan anjuran kepada mereka agar      berada dalam ketaatan dan ibadah itu lebih baik daripada i'tikaf anda      sendirian disertai halangan mereka dari (ibadah) disebabkan jauhnya anda.      Aisyah radhiallahu anha mengabarkan kondisi Nabi sallallahu alaihi wa sallam      pada sepuluh malam akhir. Di antaranya &lsquo;Membangunkan istrinya&rsquo; maksudnya      adalah membangunkan mereka untuk ketaatan, ibadah, shalat dan doa. Nabi      sallallahu alaihi wa sallam tidak pernah beri'tikaf dan meninggalkan      keluarganya tanpa ada perhatian dan bimbingan. Terdapat riwayat bahwa      Shofiyah radhiallahu anha mengunjunginya saat beliau sedang beri'tikaf.     Juga terdapat      riwayat bahwa istri-istri beliau beri'tikaf bersama beliau.<\/p>\r\n<p>I'tikaf      adalah ibadah khusus yang tidak berdampak kepada orang lain (aktif).      Sementara keberadaan anda bersama keluarga anda dan ajakan anda kepada      mereka untuk melakukan ibadah dan berinteraksi yang baik dengan mereka      termasuk amalan yang manfaatnya berdampak kepada orang lain selain anda,      tanpa menghalangi pahala ketaatan mereka dan tidak menghalangi diri anda      untuk beribadah. Karena memungkinkan bagi anda menemani keluarga anda      melakukan qiyamul lail di salah satu masjid.      Memungkinkan      bagi anda membangunkannya di akhir malam untuk berdoa dan membaca Al-Qur&rsquo;an.      Ini adalah suatu kebaikan yang melebar kepada anda dan ke keluarga anda.      Maka kami nasehatkan agar anda pulang ke keluarga dan tinggal diantara      mereka pada sepuluh malam akhir. Serta menganjurkan kepada mereka untuk      ketaatan dan ibadah. Dan memungkinkan bagi anda apabila telah melihat      kondisi keluarga telah stabil dengan ketaatan, untuk beri'tikaf pada      beberapa malam di masjid sekitar. Sehingga dapat terkumpul diantara      macam-macam ketaatan. Dan mengalirkan kebaikan yang banyak insyaallah. Kami      memohon kepada Allah Ta&rsquo;ala agar memberi taufik kepada anda sesuai apa yang      dicintai dan diridhai.      Dan semoga Allah menerima (amalan) anda dan keluarga anda.<\/p>\r\n<p>Wallahua'lam      .<\/p>\r\n<\/div>\r\n<div class=\"source\">Soal Jawab Tentang Islam<\/div>","status":1,"created_at":"2015-04-16T20:52:00.000000Z","updated_at":"2015-04-16T20:52:00.000000Z","language_id":48,"fatawacate_id":44,"parent_id":11664,"author_id":"","books":[],"articles":[],"videos":[],"audios":[],"author_name":"","category_name":"\u0627\u0644\u0639\u0634\u0631\u0629 \u0628\u064a\u0646 \u0627\u0644\u0632\u0648\u062c\u064a\u0646","category_slug":"","get_date":"2015-04-16"},"translations":[],"fatawa_books":[],"fatawa_articles":[],"fatawa_videos":[],"fatawa_audios":[],"url":"http:\/\/www.islamland.com\/ind\/api\/fatawas\/11670"}