{"fatawa":{"id":12400,"title":"Apakah Membenci Poligami Termasuk Yang Membatalkan Keislaman","slug":"apakah-membenci-poligami-termasuk-yang-membatalkan-keislaman","order":"","question":"<p>Saya telah membaca jawaban soal nomor: 31807, bahwa termasuk membatalkan  keislaman yang kesepuluh adalah barang siapa yang membenci apa yang  dibawa oleh Rasulullah &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam- dan jika sampai  dilakukannya maka ia telah menjadi kafir, berdasarkan firman Alloh  &ndash;Ta&rsquo;ala-:  <br \/> ( \u0630\u0644\u0643 \u0628\u0623\u0646\u0647\u0645 \u0643\u0631\u0647\u0648\u0627 \u0645\u0627 \u0623\u0646\u0632\u0644 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0641\u0623\u062d\u0628\u0637 \u0623\u0639\u0645\u0627\u0644\u0647\u0645 ) \u0645\u062d\u0645\u062f \/ 9 <br \/> &ldquo;Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa  yang diturunkan Allah (Al Qur'an) lalu Allah menghapuskan  (pahala-pahala) amal-amal mereka&rdquo;. (QS. Muhammad: 9) <br \/> Semua poin yang membatalkan keislaman tersebut baik dinyatakan dengan  bergurau, sungguh-sungguh atau dengan rasa takut sama saja (tetap  berlaku), kecuali bagi yang sedang dipaksa. Semuanya sangat berbahaya,  dan banyak terjadi. Maka dari itu bagi setiap muslim sebaiknya agar  mewaspadainya, merasa takut akan menimpa dirinya, kita semua berlindung  dari semua bentuk murka Alloh, pedihnya adzab-Nya. Semoga shalawat dan  salam Nabi Muhammad sebaik-baik hamba-Nya, keluarga dan para sahabat  beliau.  <br \/> Banyak di antara wanita yang membenci poligami, mereka berterus terang  disampaikan di banyak majelis-majelis baik dengan bercanda atau  sungguh-sungguh, maka apakah yang demikian itu termasuk murtad ? dan  diwajibkan bagi mereka untuk taubat dan mandi ?<\/p>","answer":"<div class=\"answer\">\r\n<p>Alhamdulillah<\/p>\r\n<p>Jika seorang muslim ridho      kepada hukum Alloh, mengakuinya, tidak menolak dan tidak menentangnya, maka      demikianlah memang yang diwajibkan, tidak bisa memberikan madharat kepadanya      meskipun jiwanya tidak menyukai perbuatan tersebut, seperti; jiwa yang      menolak peperangan namun tetap menerima dan mengakuinya sebagai hukum Alloh.      Alloh &ndash;Ta&rsquo;ala- berfirman:<\/p>\r\n<p>(\u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e      \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0643\u064f\u0631\u0652\u0647\u064c \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627      \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0634\u064e\u0631\u0651\u064c \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652      \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e) \u0627\u0644\u0628\u0642\u0631\u0629\/216      .<\/p>\r\n<p>&ldquo;Diwajibkan atas kamu      berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi      kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula)      kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui,      sedang kamu tidak mengetahui&rdquo;. (QS. Al Baqarah: 216)<\/p>\r\n<p>Demikian juga,      ketidaksenangan seorang wanita karena dimadu suaminya termasuk perkara yang      wajar, karena waktunya akan terbagi, akan tetapi tetap harus dibedakan      antara kebencian kepada yang diwajibkan oleh Alloh berupa peperangan dan      kebencian jiwa kepada peperangan itu sendiri, demikian juga harus dibedakan      antara kebencian kepada syari&rsquo;at Alloh berupa poligami dan kebencian jiwa      karena keberadaan madunya di rumah suaminya. Apa yang telah Alloh wajibkan      dan telah disyari&rsquo;atkan dicintai oleh agama dan dianggap sebagai bentuk      taqarrub kepada-Nya, meskipun perbuatan yang diwajibkan tersebut tidak      disukai oleh jiwa dan berat dalam menerimanya. Bahwasanya setiap kali iman      seorang hamba menjadi sempurna, maka semua yang dibenci tersebut pasti akan      berubah menjadi yang dicintai, seperti halnya dicintai menurut syari&rsquo;at.<\/p>\r\n<p>Yang disebutkan pada hal-hal      yang membatalkan keislaman seseorang, kalau dia membenci apa yang Alloh      turunkan dan membenci syari&rsquo;at-Nya.<\/p>\r\n<p>Ibnul Qayyim &ndash;rahimahullah-      berkata:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Tidaklah syarat ridho      (kepada syari&rsquo;at Alloh) tidak merasa kesakitan dan kebencian sama sekali,      akan tetapi yang dimaksud adalah tidak menentang hukum (Alloh) dan      membencinya; oleh karenanya bagi sebagian orang sulit menerima apa yang      dibenci dan menuduhnya dengan yang tidak-tidak, dan berkata: &ldquo;Hal ini tidak      mungkin bisa dilakukan, akan tetapi hal itu merupakan bentuk kesabaran,      kalau tidak maka bagaimana mungkin berkumpul rasa ridho dan benci padahal      keduanya saling bertentangan&rdquo;.<\/p>\r\n<p>Yang Benar adalah: &ldquo;Keduanya      tidak bertentangan, karena adanya rasa sakit dan kebencian jiwa tidak      menghilangkan keridhoan, seperti halnya seorang yang sakit dengan suka rela      mau meminum obat yang dibenci, orang yang sedang berpuasa pada hari yang      sangat panas rela menahan rasa lapar dan haus, relanya seorang mujahid      dengan apa yang akan menimpanya di jalan Alloh, seperti luka atau yang      lainnya&rdquo;. (Madarikus Salikin: 2\/175)<\/p>\r\n<p>Syeikh Ibnu Utsaimin      &ndash;rahimahullah- berkata ketika menjelaskan masalah ini:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Firman Alloh &ndash;Ta&rsquo;ala-:          (\u0648\u0647\u0648 \u0643\u0631\u0647 \u0644\u0643\u0645)      (padahal hal itu adalah sesuatu yang dibenci), &ldquo;kariha&rdquo; adalah masdar      mempunyai arti isim maf&rsquo;ul, yaitu;      (\u0645\u0643\u0631\u0648\u0647      \u0644\u0643\u0645) (sesuatu      yang dibenci oleh kalian); masdar yang berarti isim maf&rsquo;uul banyak sekali      contohnya, seperti:<\/p>\r\n<p>(\u0648\u0625\u0646 \u0643\u0646 \u0623\u0648\u0644\u0627\u062a      \u062d\u0645\u0644) \u0627\u0644\u0637\u0644\u0627\u0642: 6<\/p>\r\n<p>&ldquo;Dan jika istri-istri yang      sudah ditalak itu sedang hamil&rdquo;. (QS. Ath Thalaq: 6)<\/p>\r\n<p>kata      \u062d\u0645\u0644     &nbsp;berarti           \u0645\u062d\u0645\u0648\u0644<\/p>\r\n<p>Contoh lain, sabda Nabi      &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam-:<\/p>\r\n<p>( \u0645\u0646 \u0639\u0645\u0644      \u0639\u0645\u0644\u0627\u064b \u0644\u064a\u0633 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0623\u0645\u0631\u0646\u0627 \u0641\u0647\u0648 \u0631\u062f )\u060c \u0623\u064a \u0645\u0631\u062f\u0648\u062f<\/p>\r\n<p>&ldquo;Barang siapa yang melakukan      amalan yang bukan menjadi perintah kami, maka menjadi tertolak&rdquo;.<\/p>\r\n<p>kata      \u0631\u064e\u062f\u0651\u064c      berarti      \u0645\u0631\u062f\u0648\u062f<\/p>\r\n<p>Jadi, kalimat      (\u0648\u0647\u0648      \u0643\u0631\u0647 \u0644\u0643\u0645)      menurut gramatika bahasa Arab kedudukannya sebagai &ldquo;haal&rdquo; (menjelaskan      keadaan), kata ganti      \u0647\u0648      kembali kepada kata:      \u0627\u0644\u0642\u062a\u0627\u0644      (peperangan) dan tidak kembali kepada           \u0627\u0644\u0643\u062a\u0627\u0628\u0629      (diwajibkan); karena umat Islam tidak membenci semua apa yang Alloh wajibkan      kepada mereka, akan tetapi mereka membenci peperangan dilihat dari sisi      naluri kemanusiaannya. Tentu berbeda pernyataan seperti: &ldquo;Kami membenci apa      yang Alloh wajibkan dari peperangan tersebut&rdquo;, dengan &ldquo;Kami membenci      peperangan&rdquo;, membenci peperangan adalah hal yang wajar, karena manusia itu      benci untuk memerangi seseorang kemudian sampai membunuhnya, akan tetapi      jika peperangan itu telah diwajibkan kepada kami, maka peperangan itu      berubah menjadi yang dicintai dari satu sisi dan dibenci dari sisi yang      lain. Dari sisi bahwa Alloh telah mewajibkan kepada kita maka hal itu      dicintai; oleh karenanya para sahabat &ndash;ridhwanullahi &lsquo;alaihim- kala itu      berkali-kali mendatangi Rasulullah &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam- untuk      ikut berperang, namun dari sisi penolakan jiwa maka peperangan itu kami      membencinya&rdquo;.<\/p>\r\n<p>Beliau juga berkata ketika      menjelaskan beberapa pelajaran dari ayat di atas, di antaranya adalah:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Tidak masalah bagi seseorang      jika membenci apa yang diwajibkan, tidak dari sisi membenci perintah Alloh      kepadanya, akan tetapi membencinya karena kemanusiaan. Adapun dari sisi      perintah Alloh maka semuanya wajib ridho dan melapangkan dadanya&rdquo;.&nbsp; (Tafsir      al Qur&rsquo;an li Ibni Utsaimin)<\/p>\r\n<p>Beliau &ndash;rahimahullah- juga      berkata pada tempat lain:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Firman Alloh:      (\u0648\u0647\u0648      \u0643\u0631\u0647 \u0644\u0643\u0645) wajib      diketahui bahwa kata ganti      \u0648\u0647\u0648      itu kembali kepada      \u0627\u0644\u0642\u062a\u0627\u0644      (peperangan) tidak kembali kepada           \u0627\u0644\u0643\u062a\u0627\u0628\u0629      (diwajibkan); karena para sahabat tidak mungkin membenci perintah Alloh,      akan tetapi mereka membenci pembunuhan, resiko memerangi akan membunuh.      Tentu berbeda antara seseorang membenci hukum Alloh dan membenci sesuatu      yang dihukumi (peperangan tersebut)&rdquo;. (Mu&rsquo;allafaat Syeikh Ibnu Utsaimin:      2\/438)<\/p>\r\n<p>Kesimpulan:<\/p>\r\n<p>Wanita yang beriman wajib      ridho kepada syari&rsquo;at Alloh yang namanya poligami, dan hendaknya dibalik      syari&rsquo;at tersebut ada hikmah dan kebaikan, dan jangan membenci hukum dan      syari&rsquo;at tersebut, meskipun jiwanya membenci dan menolak ada wanita lain      yang bersama suaminya, seperti halnya bencinya manusia pada peperangan,      demikian juga bencinya jiwa manusia yang terusik dari tidurnya menuju kamar      mandi untuk berwudhu dengan air yang dingin untuk mendirikan shalat subuh,      puasa pada saat cuaca sangat panas, atau yang lainnya yang mengandung      kesulitan yang serupa, akan tetapi semua itu bagi seorang hamba yang taat      akan memaksa diri untuk melakukannya karena cintanya kepad Alloh, ridho dan      berserah diri kepada syari&rsquo;at-Nya. Oleh karena itu sebagaimana disebutkan      dalam hadits yang diriwayatkan oleh al Bukhori: 6487 dan Muslim: 2823 dari      Anas bin Malik &ndash;radhiyallahu &lsquo;anhu- berkata: Rasulullah &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi      wa sallam- bersabda:<\/p>\r\n<p>\u062d\u064f\u0641\u0651\u064e\u062a\u0652      \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650 \u060c \u0648\u064e\u062d\u064f\u0641\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650<\/p>\r\n<p>&ldquo;Surga itu dikelilingi oleh      sesuatu yang dibenci, sementara neraka itu dikelilingi oleh syahwat&rdquo;.<\/p>\r\n<p>Imam Nawawi &ndash;rahimahullah-      berkata pada Syarah Muslimnya:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Yang termasuk &ldquo;makarih&rdquo;      (sesuatu yang dibenci) adalah kesungguhan dalam beribadah, menjaga tepat      waktu melakukannya, sabar atas kesulitannya, menahan amarah, mudah      memaafkan, santun, bersedekah, berbuat baik kepada orang yang      memperlakukannya dengan buruk, sabar menahan syahwat, dan lain sebagainya&rdquo;.<\/p>\r\n<p>Contoh lain dari sabda Nabi      &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam-:<\/p>\r\n<p>(\u0623\u064e\u0644\u064e\u0627      \u0623\u064e\u062f\u064f\u0644\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u062d\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0637\u064e\u0627\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0631\u0652\u0641\u064e\u0639\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650      \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u0650\u061f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 : \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649 \u060c \u064a\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 . \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e : \u0625\u0650\u0633\u0652\u0628\u064e\u0627\u063a\u064f      \u0627\u0644\u0652\u0648\u064f\u0636\u064f\u0648\u0621\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650 \u060c \u0648\u064e\u0643\u064e\u062b\u0652\u0631\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0637\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u0650      \u0648\u064e\u0627\u0646\u0652\u062a\u0650\u0638\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u060c \u0641\u064e\u0630\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0637\u064f) \u0631\u0648\u0627\u0647 \u0645\u0633\u0644\u0645     (251)     \u0645\u0646      \u062d\u062f\u064a\u062b \u0623\u0628\u064a \u0647\u0631\u064a\u0631\u0629<\/p>\r\n<p>&ldquo;Tidakkah kalian mau aku      tunjukkan apa saja yang Alloh akan menghapu dengannya semua kesalahan dan      mengangkat dengannya derajat kalian ?, mereka menjawab: Tentu, wahai      Rasulullah. Beliau bersabda: &ldquo;Menyempurnakan wudhu&rsquo; pada saat membencinya,      memperbanyak langkah menuju masjid, menunggu masukknya waktu shalat setelah      shalat yang lain, maka ketiga-tiganya itu adalah ribath (seperti menjaga di      pos peperangan)&rdquo;. (HR. Muslim: 251 dari hadits Abu Hurairah)<\/p>\r\n<p>An Nawawi &ndash;rahimahullah-      berkata:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Makarih yang dimaksud adalah      pada saat cuaca sangat dingin dan pada saat tubuh jatuh sakit atau yang      lainnya&rdquo;.<\/p>\r\n<p>Baca juga jawaban soal nomor:     <a href=\"http:\/\/islamqa.info\/id\/10991\">10991<\/a><\/p>\r\n<p>Wallahu a&rsquo;lam.<\/p>\r\n<\/div>\r\n<div class=\"source\">Soal Jawab Tentang Islam<\/div>","status":1,"created_at":"2015-04-21T20:52:01.000000Z","updated_at":"2015-04-21T20:52:01.000000Z","language_id":48,"fatawacate_id":45,"parent_id":12399,"author_id":"","books":[],"articles":[],"videos":[],"audios":[],"author_name":"","category_name":"\u062a\u0639\u062f\u062f \u0627\u0644\u0632\u0648\u062c\u0627\u062a \u0648\u0627\u0644\u0639\u062f\u0644 \u0628\u064a\u0646\u0647\u0646","category_slug":"","get_date":"2015-04-21"},"translations":[],"fatawa_books":[],"fatawa_articles":[],"fatawa_videos":[],"fatawa_audios":[],"url":"http:\/\/www.islamland.com\/ind\/api\/fatawas\/12400"}