{"fatawa":{"id":125,"title":"ARTI IMAN KEPADA ALLAH","slug":"arti-iman-kepada-allah","order":"","question":"Aku telah membaca dan mendengar beberapa kali tentang keutamaan orang yang merealisasikan iman kepada Allah, maka dari itu aku mohon anda menjelaskan kepadaku tentang makna iman kepada Allah agar membantuku untuk merealisasikan iman kepada Allah dan menjauhi apa saja yang bertentangan dengan manhaj Nabi dan para sahabat.","answer":"<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\" style=\"text-align: center;\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Alhamdulillah, segala puji bagi Allah<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Iman kepada Allah&nbsp;<em>Ta'ala<\/em>&nbsp;maksudnya meyakini dengan pasti tentang eksistensi Allah, rububiyah, uluhiyah, nama-nama dan sifat-Nya.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Iman kepada Allah&nbsp;<em>Ta'ala<\/em>&nbsp;mencakup 4 (empat) hal , siapa yang mengimani empat hal ini, maka ia telah beriman dengan sesungguhnya.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Pertama: Mengimani akan eksistensi-Nya (keberadaan-Nya).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Eksistensi (keberadaan) Allah&nbsp;<em>Ta'ala<\/em>&nbsp;ini dapat dibuktikan dengan dalil fitrah, akal, apalagi dalil syar'inya yang banyak sekali.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Dalil Fitrah. Setiap manusia secara fitrah telah mengimani keberadaan penciptanya, tanpa didahului proses berpikir atau belajar. Dan tidak berpaling dari kenyataan ini kecuali orang yang di dalam hatinya ada&nbsp; penyakit. Rasulullah<em>shallallahu alaihi wa sallam<\/em>&nbsp;bersabda :<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f\u0648\u0652\u062f\u064d \u0625\u0650\u0644\u0627\u0651\u064e \u064a\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u062f\u064f \u0639\u064e\u0644\u0649\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u0637\u0652\u0631\u064e\u0629\u0650\u060c \u0641\u064e\u0623\u064e\u0628\u064e\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f \u064a\u064f\u0647\u064e\u0648\u0651\u0650\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0635\u0651\u0650\u0631\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0645\u064e\u062c\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), kedua orang tuanyalah yang menjadikan ia yahudi, nasrani atau majusi.\"<\/em>&nbsp; (HR; Bukhari, no: 1358 dan Muslim, no: 2658).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Dalil Akal. Setiap manusia baik yang sudah ada maupun yang akan ada, pastilah ada pencipta yang menciptakannya. Karena tidak mungkin sesuatu itu mengadakan dirinya sendiri, dan tidak mungkin pula ia ada secara tiba-tiba (spontan). Mereka tidak diciptakan tanpa ada asalnya, dan mereka tidak menciptakan dirinya sendiri. Dalilnya adalah firman Allah&nbsp;<em>Ta'ala<\/em>&nbsp;:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">\ufd3f\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062e\u064f\u0644\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\ufd3e<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Apakah mereka ini diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri).\"<\/em>&nbsp; (Q.S; Ath Thur : 35).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Yakni, mereka tidak diciptakan tanpa pencipta. Tidak pula mereka menciptakan diri sendiri. Maka dari itu tertetapkan bahwa pencipta mereka adalah Allah.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Oleh karena itu pada saat Jubair bin Muth'im mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam membaca surat Ath-Thur hingga ayat 37, ia berkata (waktu itu ia masih dalam keadaan kafir, \"Seolah-olah hatiku terbang (meninggalkan jasad), dan itulah asal mula menetapnya iman di hati ini. HR. Bukhari.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Kita ambilkan contoh untuk memperjelas persoalan ini.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Jika ada seseorang yang bercerita kepadamu mengenai istana yang megah, yang dikelilingi oleh kebun-kebun indah dan mengalir di bawahnya sungai-sungai. Ruangannya dipenuhi oleh dipan dan permadani serta diperindah dengan segala warna penyempurna. Lalu ia berkata, \"Istana ini dan segala isinya adalah ada dengan sendirinya, atau ada dengan spontan tanpa ada yang menciptakannya. Maka serta merta anda mengingkarinya dan mendustakan ucapannya.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Jika demikian, bagaimana mungkin alam semesta yang luas, yang meliputi bumi, langit, bintang-bintang dan ciptaan yang agung, sarat dengan keteraturan, ia ada dengan sendirinya atau terjadi secara tiba-tiba tanpa ada pencipta-Nya?<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Dalil akal ini dapat dipahami oleh orang Arab badui yang hidupnya di pedalaman, ia ungkapkan dengan bahasanya yang sederhana saat ia ditanya, \"Dengan apa engkau mengenal Tuhanmu?.\"<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Ia menjawab, \"Adanya kotoran yang menandakan adanya unta, dengan bekas tapak kaki yang menunjukan adanya kafilah yang telah mengadakan perjalanan, langit yang menjulang tinggi, bumi yang terhampar luas, lautan yang berombak. Bukankah itu semua menjadi bukti adanya Dzat yang Maha Mendengar dan Maha Melihat?.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Kedua; mengimani rububiyah Allah Ta'ala.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Maksudnya meyakini bahwa hanya Allah&nbsp;<em>Ta'ala<\/em>&nbsp;saja sebagai Rabb, tidak ada sekutu bagi-Nya dan tidak ada yang membantu-Nya (tauhid rububiyah).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Rabb artinya: Pencipta, Raja, dan Pengatur (pemelihara). Tiada pencipta, raja dan pengatur urusan makhluk selain Allah. Allah&nbsp;<em>Ta'ala<\/em>&nbsp;berfirman:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">\ufd3f\u0623\u064e\u0644\u0627\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\ufd3e<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah.\"<\/em>&nbsp;(Q.S; Al A&rsquo;raf : 54).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Juga firman-Nya,<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u062f\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e (31)<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Katakanlah, \"Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?\" Maka mereka akan menjawab: \"Allah\". Maka katakanlah \"Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?.\"&nbsp;<\/em>(QS. Yunus: 31).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.\"<\/em>(QS. As-Sajdah: 5).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.\"<\/em>&nbsp;(QS. Fathir: 13).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Renungkanlah, terdapat dalam surat al Fatihah ayat yang ke-empat, \"Maaliki yaumid din\" (Yang menguasai hari pembalasan), dan tertera dalam qira'at mutawatir (Maliki yaumid din\", kata \"Malik\" dibaca dengan pendek.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Apabila kita padukan antara \"Maaliki dengan Maliki\", keduanya mengandung makna yang mengadakan. \"Malik\", lebih dalam maknanya daripada \"Maalik\" dalam kekuasaan dan kerajaan-Nya. Karena raja (di dunia) terkadang hanya \"label\" saja tanpa ada kekuasaan untuk berbuat yang dia kehendaki. Artinya dia tak memiliki kekuatan apapun untuk mengatur urusan apapun. Maka pada saat itu ia menjadi raja, tetapi bukanlah raja yang sesungguhnya. Maka jika Allah adalah \"Maalik\" dan \"Malik\", maka sempurnalah Dia sebagai Penguasa, dan Pengatur urusan (makhluk-Nya).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Ketiga; mengimani uluhiyah Allah.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Maksudnya Dia adalah sesembahan yang haq, tiada sekutu bagi-Nya.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Ilah artinya; Dzat yang pantas disembah dengan penuh kecintaan dan pengagungan. Allah&nbsp;<em>Ta'ala<\/em>&nbsp;berfirman :<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">\ufd3f\u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0647\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0647\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064c \u0644\u0627\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0646\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f\ufd3e<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa, dan tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkani Dia, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.\"<\/em>&nbsp;(Q.S; Al Baqarah :163).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.\"&nbsp;<\/em>(QS. Ali Imran: 18).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>Setiap tuhan yang disembah selain Allah, maka penyembahannya adalah bathil. Allah berfirman,<\/em><\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">\u0630\u064e\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f (62)<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.\"<\/em>&nbsp;(QS. Al Hajj: 62).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Sesembahan selain Allah disebut dengan 'alihah' tidak memberikan hak kepadanya untuk diibadahi. Allah berfirman terkait dengan \"Latta\" dan \"Uzza\" (yang disembah oleh masyarakat Quraisy),&nbsp;<em>\"Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.\"<\/em>(QS. An Najm: 23).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Allah&nbsp;<em>Ta'ala<\/em>&nbsp;mengisahkan Nabi Yusuf&nbsp;<em>alaihis salam<\/em>&nbsp;yang sewaktu di penjara berkata kepada temannya,&nbsp;<em>\"Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.\"<\/em>&nbsp;(QS. Yusuf: 40).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Tiada sesuatupun yang berhak untuk diesakan dan disembah selain Allah. Dan tak satupun yang bersekutu dengan Allah dalam kepantasan mendapatkan hak untuk diibadahi. Baik itu malaikat yang dekat dengan Allah, tidak pula Nabi yang diutus. Untuk itu dakwah para Rasul dari yang pertama sampai yang terakhir, seluruhnya mengajak umatnya untuk merealisasikan 'laa ilaaha illallah'.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Allah&nbsp;<em>Ta'ala<\/em>&nbsp;berfirman,<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 (25)<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: \"Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.\"<\/em>&nbsp;(QS. Al Anbiya': 25).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u062a\u064e \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064f \u0641\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0652\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e (36)<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): \"Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu\", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).\"<\/em>&nbsp;(QS. An Nahl: 36).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Akan tetapi orang-orang musyrik enggan dan menolak ajakan dan dakwah ini, bahkan mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah. Mereka menyembah sekutu-sekutu Allah tersebut, mereka minta pertolongan dan bantuan kepadanya.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Keempat; mengimani nama-nama dan sifat Allah.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Maksudnya; Menetapkan nama-nama Allah&nbsp;<em>Ta'ala<\/em>&nbsp;dan sifat-sifat-Nya, sebagaimana yang telah ditetapkan Allah&nbsp;&nbsp; untuk-Nya dalam kitab-Nya, atau melalui lisan Nabi-Nya&nbsp; dalam hadits-haditsnya, dengan tanpa mengubah makna, meniadakan, menanyakan bagaimana hakikatnya dan menyerupakannya. Allah<em>Ta'ala<\/em>&nbsp;berfirman :<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">\ufd3f\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649 \u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627\ufd3e<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">\"<em>Hanya milik Allah asma'ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma'ul husna itu.\"&nbsp;<\/em>(QS; Al A'raf : 180).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Ini merupakan dalil yang menunjukan adanya nama-nama bagi Allah.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Sedangkan firman-Nya,<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0628\u0652\u062f\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0646\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0649 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f (27)<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nya-lah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.\"<\/em>&nbsp;(QS. Ar Rum: 27).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Ayat ini menunjukan sifat-sifat Allah&nbsp;<em>Ta'ala<\/em>&nbsp;yang Maha Sempurna. Hal yang demikian itu karena \"al matsalul a'la\" adalah sifat yang sempurna.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Kedua ayat di atas, secara umum menunjukan nama-nama dan sifat-sifat Allah, sedangkan secara rinci, tersebut dalam banyak ayat dan hadits Nabi&nbsp;<em>shallallahu alaihi wa sallam<\/em>.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Nama-nama dan sifat Allah merupakan bagian dari salah satu pintu ilmu. Maksudnya, bab nama-nama dan sifat Allah merupakan perkara yang paling banyak diperselisihkan oleh umat Islam, di mana umat ini berbeda pendapat dalam masalah ini dengan perbedaan yang cukup luas.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Dan sikap kita terhadap perbedaan ini adalah kembali kepada perintah Allah<em>Ta'ala<\/em>, yakni merujuk kepada al Qur'an dan Sunnah,&nbsp;<em>\"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.\"<\/em>&nbsp;(QS. An Nisa': 59).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Berdasarkan ayat di atas, bahwa setiap perselisihan dan perbedaan pendapat kita kembalikan kepada Allah (al Qur'an) dan kepada Sunnah Rasulullah&nbsp;<em>shallallahu alaihi wa sallam<\/em>, dengan berpedoman pada pemahaman salafus shalih, dari para sahabat dan tabi'in terkait dengan ayat-ayat di atas (nama-nama dan sifat Allah). Karena mereka adalah generasi umat ini yang paling mengetahui maksud kalam Allah dan sabda Nabi mereka.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Benarlah apa yang pernah dikatakan oleh Abdullah bin Mas'ud&nbsp;<em>radhiallahu anhu<\/em>menggambarkan tentang para sahabat, \"Jika kalian ingin mengikuti Sunnah, maka ikutilah Sunnah orang yang telah wafat. Karena yang masih hidup belum aman dari sapaan fitnah, mereka itulah para sahabat Muhammad, yang paling bersih hatinya, dalam ilmunya, paling sedikit kelemahannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menegakkan agama-Nya, menyertai Nabi-Nya. Oleh karena itu, kenalilah hak-hak mereka, berpegang teguhlah dengan petunjuk mereka. Karena mereka senantiasa berada dalam petunjuk dan jalan yang lurus.\"<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Barangsiapa yang menyelisihi manhaj salaf dalam masalah asma dan sifat Allah, maka ia telah keliru dan tersesat jalannya serta telah mengikuti jalan yang tidak dilalui oleh orang-orang mukmin dan ia berhak mendapatkan ancaman Allah<em>Ta'ala<\/em>:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.\"<\/em>&nbsp;(QS. An Nisa: 115).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Dalam ayat yang lain, Allah mensyaratkan petunjuk-Nya bagi orag-orang yang beriman seperti imannya para sahabat Rasulullah&nbsp;<em>shallallahu alaihi wa sallam<\/em>.<em>\"Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.\"<\/em>&nbsp;(QS. Al Baqarah: 137).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Siapa yang menentang dan menjauhi manhaj salaf, maka berarti ia telah menjauhi hidayah Allah untuknya sebatas ia menjauhi manhaj salaf dalam bab nama-nama dan sifat Allah ini.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Untuk itu, wajib bagi kita dalam bab asma' dan sifat Allah; menetapkan bagi Allah nama-nama dan sifat yang telah ditetapkan untuk Diri-Nya atau yang telah ditetapkan oleh Rasul-Nya, dan memahami nash Kitab dan Sunnah (dalam masalah ini) secara tekstual, mengimaninya seperti yang diimani oleh para sahabat Nabi, mereka adalah umat yang terbaik dan paling memahami ilmunya.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Yang perlu kita waspadai adalah, ada empat larangan yang apabila kita terjatuh pada salah satunya, maka tidak akan terwujud makna iman kepada nama-nama dan sifat Allah.&nbsp; Yakni; merubah nakna, mengingkarinya, menyerupakan dengan sifat-sifat makhluk-Nya dan menanyakan bagaimana hakikatnya.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; At Tahrif (merubah maknanya).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Maksudnya merubah makna nash dari al Qur'an dan Sunnah dari makna yang sebenarnya (nama-nama dan sifat Allah) kepada makna lain, yang tidak Allah dan Rasul-Nya kehendaki.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Misalnya, merubah makna \"Tangan\" dalam banyak nash, dan artinya dirubah menjadi \"nikmat\" dan \"kekuatan\".<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; At Ta'thil (meniadakan atau mengingkari).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Maksudnya meniadakan nama-nama dan sifat Allah seluruhnya atau mengingkari sebagiannya.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Setiap orang yang menafikan nama-nama dan sifat Allah yang tersebut dalamal Qur'an dan Sunnah, maka berarti ia tidak mengimani nama-nama dan sifat Allah secara benar.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; At Tamtsil (menyerupakan).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Maksudnya menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk-Nya. Seperti memaknai tangan Allah seperti tangan makhluk-Nya. Atau Allah mendengar seperti cara mendengarnya makhluk. Atau Allah bersemayam di atas Arsy seperti bersemayamnya makhluk di atas kursi dan seterusnya.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Tidak diragukan lagi, bahwa menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk-Nya adalah munkar dan bathil. Allah&nbsp;<em>Ta'ala<\/em>&nbsp;berfirman:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0643\u064e\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f (11)<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">&nbsp;<em>\"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.\"<\/em>&nbsp; (QS; Asy Syura : 11).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; At Takyif (menanyakan bagaiman hakikatnya).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Yakni menetapkan bagaimana sifat-sifat Allah dan hakikatnya, di mana seseorang berusaha dengan hati dan lisannya menggambarkan seperti apa sifat Allah dan hakikatnya.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Ini merupakan sesuatu yang bathil secara mutlak, di mana mustahil manusia mengetahui hal tersebut, sedangkan Allah telah berfirman:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.\"<\/em>&nbsp;(QS. Thaha: 110).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Barang siapa yang mampu menghindari empat larangan dalam masalah nama-nama dan sifat Allah, maka ia telah menyempurnakan imannya kepada Allah<em>Ta'ala<\/em>.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Kita memohon kepada Allah, agar Dia meneguhkan iman kita hingga kita menghadap-Nya di atas iman tersebut.&nbsp;<em>Wallahu a'lam bishawab<\/em>.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Lihat;&nbsp;<em>syarh arkanil iman<\/em>, syekh Muhammad bin Shalih Al Utaimin&nbsp;<em>rahimahullah<\/em>..<\/span><\/p>\r\n<\/div>\r\n<div class=\"source\"><span style=\"font-size: large;\">Soal Jawab Tentang Islam<\/span><\/div>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>","status":1,"created_at":"2015-05-22T06:00:00.000000Z","updated_at":"2015-05-22T06:00:00.000000Z","language_id":48,"fatawacate_id":3,"parent_id":119,"author_id":"","books":[],"articles":[],"videos":[],"audios":[],"author_name":"","category_name":"\u0627\u0644\u0625\u064a\u0645\u0627\u0646 \u0628\u0627\u0644\u0644\u0647","category_slug":"","get_date":"2015-05-22"},"translations":[],"fatawa_books":[],"fatawa_articles":[],"fatawa_videos":[],"fatawa_audios":[],"url":"http:\/\/www.islamland.com\/ind\/api\/fatawas\/125"}