{"fatawa":{"id":4300,"title":"Tawassul Bid'ah dan Tawassul yang Disyariatkan","slug":"tawassul-bidah-dan-tawassul-yang-disyariatkan","order":"","question":"Saya ingin bertanya tentang tawassul. Saya tahu bahwa orang yang meminta tawassul (perantaraan) dari kuburan atau meminta kepada orang mati adalah doa kepada selain Allah, dan itu tidak benar. Akan tetapi ada orang bilang, tetapi apa salahnya saya meminta doa kepada orang shalih yang masih hidup? Dengan begitu, apa salahnya pula meminta doa itu darinya sesudah dia meninggal dunia? Bagaimana saya menjawab sanggahan saudara saya itu? Tawassul bagaimana yang dibolehkan? Dan tawassul bagaimana yang tidak dibolehkan?","answer":"<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\" style=\"text-align: center;\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\">\r\n<div class=\"answer\"><span style=\"font-size: large;\">Al-Hamdulillah. Tawassul secara bahasa artinya mendekatkan diri.&nbsp;<\/span><br \/>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Di antaranya dalam firman Allah:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"&hellip;dan memohon wasilah untuk mendekatkan diri kepada Rabb mereka.\"<\/em><\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Tawassul dibagi menjadi dua: Tawassul yang disyariatkan, dan tawassul yang dilarang.<\/span><br \/><span style=\"font-size: large;\">Tawassul yang disyariatkan yaitu:<\/span><br \/><span style=\"font-size: large;\">Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan yang Dia cintai dan Dia ridhai berupa ibadah-ibadah yang wajib dan sunnah, baik berupa ucapan, perbuatan atau keyakinan.&nbsp;<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Bentuknya bisa bermacam-macam:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Pertama:Ber-tawassul kepada Allah dengan Asma dan Shifat-Nya.&nbsp;<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Allah berfirman:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalakanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.\"<\/em>(QS. Al-A'raaf : 180)<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Caranya, seorang hamba ketika berdoa kepada Allah, terlebih dahulu menyebutkan nama-Nya yang sesuai dengan permintaannya; seperti menyebutkan nama Yang Maha Pengasih (Ar-Rahmaan), ketika ia meminta belas kasihan; atau menyebut nama Yang Maha Pengampun (Ghafuur), ketika memohon ampunan, dan sejenisnya.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Yang kedua: Bertawassul kepada Allah dengan iman dan tauhid.&nbsp;<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Allah berfirman:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah). \"<\/em>&nbsp;(QS. Ali Imraan : 53)<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Yang ketiga: Bertawassul dengan amal shalih.&nbsp;<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Yakni dengan cara seorang hamba memohon kepada Rabb melalui amalan paling ikhlas yang pernah dia lakukan, yang bisa diharapkan, seperti shalat, puasa atau membaca Al-Qur'an, atau kesuciannya dalam menjaga diri dari maksiat dan sejenisnya. Di antaranya seperti yang disebutkan dalam hadits Al-Bukhari dan Muslim tentang kisah tiga orang yang masuk gua, tiba-tiba pintu gua tertutup oleh batu besar. Lalu mereka berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amalan-amalan mereka yang paling diharapkan pahalanya.&nbsp;<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Termasuk di antaranya bila seorang hamba bertawassul kepada Allah dengan kefakirannya, sebagaimana yang diucapkan oleh Nabi Ayyub 'Alaihissalam:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Inni Massaniadh-Dhurru wa Anta Arhamurrahimin.\"<\/em><\/span><br \/><span style=\"font-size: large;\">(Sesungguhnya aku telah mengalami kesengsaraan dan Engkau adalah Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih..)<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Atau dengan pengakuan seorang hamba terhadap kezhalimannya dan kebutuhan dirinya terhadap Allah sebagaimana diungkapkan oleh Nabi Yunus:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Laa Ilaaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minazh zhalimin.\"<\/em><\/span><br \/><span style=\"font-size: large;\">(Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Engkau; Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim..)<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Tawassul-tawassul yang disyariatkan inipun berbeda-beda hukumnya yang satu dengan yang lainnya. Ada yang wajib, seperti tawassul dengan menyebutkan nama dan sifat Allah atau dengan tauhid. Ada juga yang disunnahkan, seperti tawassul dengan menyebutkan amal shalih.<\/span><br \/><span style=\"font-size: large;\">Adapun tawassul yang dilarang dan bid'ah itu adalah:<\/span><br \/><span style=\"font-size: large;\">Bertawassul kepada Allah dengan hal-hal yang tidak disukai dan tidak diridhainya, berupa ucapan, perbuatan dan keyakinan. Di antaranya tawassul dengan berdoa kepada orang-orang mati atau orang-orang yang tidak hadir, memohon keselamatan dengan perantaraan mereka, dan sejenisnya. Semua perbuatan itu adalah syirik besar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dan bertentangan dengan tauhid.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Berdoa kepada Allah, baik dalam bentuk doa permohonan seperti meminta sesuatu dan meminta diselamatkan dari bahaya: atau doa ibadah seperti rasa tunduk dan pasrah di hadapan Allah, kesemuanya itu tidak boleh dialamatkan kepada selain Allah. Memalingkannya dari Allah adalah syirik dalam berdoa. Allah berfirman:<\/span><br \/><br \/><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Dan Rabbmu berfirman:\"Berdo'alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina&hellip;\"<\/em>&nbsp;(QS. Al-Mukmin : 60)<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Allah menjelaskan dalam ayat di atas ganjaran bagi orang yang enggan berdoa kepada-Nya, bisa jadi dengan berdoa kepada selain-Nya atau dengan tidak mau berdoa kepada-Nya secara global dan rinci, karena takkbur atau sikap ujub, meski tak sampai berdoa kepada selain-Nya. Allah juga berfirman:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Berdoalah kepada Allah dengan rasa tunduk dan suara perlahan..\"<\/em><\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Dalam ayat ini Allah memerintahkan berdoa kepada-Nya, bukan kepada selain-Nya. Allah berfirman menceritakan ucapan Ahli Neraka:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Demi Allah, sungguh kami dahulu (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata; tatkala kami menyamakan kalian dengan Rabb sekalian makhluk.\"<\/em><\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Segala bentuk penyamaan Allah dengan selain-Nya dalam ibadah dan ketaatan, maka itu adalah perbuatan syirik terhadap-Nya. Allah berfirman:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do'anya) sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do'a mereka. \"&nbsp;<\/em>(QS. Al-Ahqaaf : 5)<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Dan barangsiapa yang menyeru sesembahan selain Allah, sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabb-nya, sesungguhnya tidak akan beruntung orang-orang yang kafir.\"<\/em><\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Allah menganggap orang yang berdoa kepada selain-Nya, berarti telah mengambil sesembahan selain-Nya pula. Allah berfirman:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu.Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui.<\/em>(QS. Faatir : 13-14)<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Allah menjelaskan dalam ayat ini, bahwa Dia-lah yang Maha Berkuasa dan Mampu mengurus segala sesuatu, bukan selain-Nya. Bahwasanya para sesembahan itu tidak dapat mendengar doa, apalagi untuk mengabulkan doa tersebut. Kalaupun dimisalkan mereka dapat mendengar, merekapun tidak akan mampu mengabulkannya, karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk memberi manfaat atau memberi mudharrat, dan tidak memiliki kemampuan atas hal itu.&nbsp;<\/span><br \/><span style=\"font-size: large;\">Sesungguhnya kaum musyrikin Arab di mana Rasulullah&nbsp;<em>Shallalhu 'Alaihi Wassalam<\/em>&nbsp;diutus, mereka menjadi orang-orang kafir karena kemusyrikan mereka dalam berdoa. Karena mereka juga berdoa kepada Allah dengan tulus ketika mendapatkan kesulitan. Kemudian mereka menjadi kafir kepada Allah di kala senang dan mendapatkan kenikmatan dengan cara berdoa kepada selain-Nya. Allah berfirman:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih.\"&nbsp;<br \/><\/em><\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Allah juga berfirman:<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\"><em>\"Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan keta'atannya\".<\/em>&nbsp;(QS.Yunus : 22)<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-size: large;\">Kemusyrikan sebagian orang pada masa sekarang ini bahkan sudah melampaui kemusyrikan orang-orang terdahulu. Karena mereka memalingkan berbagai bentuk ibadah kepada selain Allah seperti doa, meminta keselamatan dan sejenisnya hingga pada saat terjepit sekalipun.&nbsp;<em>Laa haula walaa quwwata illa billah<\/em>. Kita memohon keselamatan dan keberuntungan kepada Allah.<\/span><br \/><span style=\"font-size: large;\">Kesimpulan : untuk membantah yang dituturkan oleh teman Anda itu bahwa meminta sesuatu kepada mayyit adalah syirik. Bahkan meminta kepada orang hidup dalam batas yang hanya mampu dilakukan olehnya-pun juga termasuk syirik. Wallahu A'lam.<\/span><\/p>\r\n<\/div>\r\n<div class=\"source\"><span style=\"font-size: large;\">Islam Tanya &amp; Jawab&nbsp;<\/span><br \/><span style=\"font-size: large;\">Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid<\/span><\/div>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>","status":1,"created_at":"2015-05-22T06:00:00.000000Z","updated_at":"2015-05-22T06:00:00.000000Z","language_id":48,"fatawacate_id":18,"parent_id":4296,"author_id":"","books":[],"articles":[],"videos":[],"audios":[],"author_name":"","category_name":"Shirk and its different forms (General)","category_slug":"","get_date":"2015-05-22"},"translations":[],"fatawa_books":[],"fatawa_articles":[],"fatawa_videos":[],"fatawa_audios":[],"url":"http:\/\/www.islamland.com\/ind\/api\/fatawas\/4300"}