{"fatawa":{"id":7484,"title":"Apakah Kisah Nabi sallallahu\u2019alaihi wa sallam Yang Menghisap Dengan Mulut Darah Usamah Menunjukkan Tidak Najisnya Darah?","slug":"apakah-kisah-nabi-sallallahualaihi-wa-sallam-yang-menghisap-dengan-mulut-darah-usamah-menunjukkan-tidak-najisnya-darah","order":"","question":"Sejauhmana shahihnya hadits Aisyah radhiallahu\u2019anha yang mengatakan, \u201cUsamah tersangkut palang pintu, ternyata kepalanya tergores. Maka Rasulullah sallahu\u2019alaihi wa sallam berkata: \u201cBuanglah hal yang menyakitkan darinya\u201d, lalu saya merasa jijik darinya. Ternyata beliau kemudian menyedot darah darinya dan memberinya ludah dari wajahnya (Usamah). Apakah bisa dengan hadits ini kita berkesimpulan bahwa darah yang keluar dari luka kepala, tangan, atau sejenisnya adalah darah yang suci dan tidak najis?","answer":"Alhamdulillah\r\n\r\nHadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam sunannya dengan nomer 1976, Ahmad dalam Musnadnya dengan nomer 25333, Ibnu Hibban dalam Shahihnya nomer 7056, Al-Baihaqy dalam Asy-Syuab nomer 11017, Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannif 32972, Abu Ya\u2019la dan Musnadnya nomer 4597, Ibnu Asakir dalam Tarikh Jilid 8\/67. Semuanya dari jalur Syarik dari Al-Abbas bin Dzuraih, dari Al-Bahiyy dari Aisyah. Ia berkata:\r\n\r\n\u0639\u064e\u062b\u064e\u0631\u064e \u0623\u064f\u0633\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u064f \u0628\u0650\u0639\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0641\u064e\u0634\u064f\u062c\u064e\u0651 \u0641\u0650\u064a \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650\u0647\u0650 \u060c \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0651\u0649 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0651\u0645\u064e : ( \u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0637\u0650\u064a \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0630\u064e\u0649 ) \u060c \u0641\u064e\u062a\u064e\u0642\u064e\u0630\u064e\u0651\u0631\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u060c \u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u064a\u064e\u0645\u064f\u0635\u064f\u0651 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u062f\u064e\u0651\u0645\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0645\u064f\u062c\u064f\u0651\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e : ( \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064f\u0633\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u064f \u062c\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u064e\u062d\u064e\u0644\u064e\u0651\u064a\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0643\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u062d\u064e\u062a\u064e\u0651\u0649 \u0623\u064f\u0646\u064e\u0641\u0650\u0651\u0642\u064e\u0647\u064f )\r\n\r\nArtinya: \u201cUsamah tersangkut oleh palang pintu dan wajahnya terluka. Maka Rasulullah Sallahu\u2019alaihi wa sallam berkata: \u201cBuanglah hal yang menyakitkan darinya\u201d, lalu saya merasa jijik darinya. Ternyata beliau kemudian menyedot darah darinya dan memberinya ludah pada wajahnya, lalu beliau bersabda: (Andaikan Usamah seorang budak wanita tentu saya akan selimuti dan mengenakannya baju, hingga aku menyelesaikannya\u201d.\r\n\r\nSanad hadits ini dla\u2019if (lemah). Syarik adalah Abdullah Al-Qadli dikenal buruk hafalannya, juga sering salah (Mizan al-I\u2019tidal, 2\/270). Namun ia diikuti oleh Mujalid bin Said, Darinya Abu Ya\u2019la meriwayatkan 4458. Darinya Ibnu Asakir meriwayatkan (8\/68) dari jalur Hasyim dari Mujalid dari Asy-Syuabi dari Aisyah, ia berkata: \u201cRasulullah Sallahu\u2019alaihi wa sallam menyuruhku untuk membasuh wajah Usamah bin Zaid suatu hari ketika ia masih bocah. Aisyah menjawab: \u201cSaya tidak melahirkannya dan tidak tahu bagaimana anak-anak lelaki mandi\u201d. Aisyah berkata: \u201cLalu saya membawa Usamah dan memandikannya dengan mandi yang sekenanya. Aisyah berkata: \u201cMaka saya membawanya dan menuntunnya untuk mencuci mukanya\u201d. Rasul berkata: (Sungguh Usamah telah berbuat baik bersama kita, sebab ia bukanlah seoarang budak, andaikan kamu seorang budak tentu sudah aku hiasi kamu dan aku memberimu). Mujalid juga seorang yang lemah. (Lihat: al-Mizan: 3\/438)\r\n\r\nHadits ini juga diriwayatkan Ibnu Saad dalam ath-Thabaqat (4\/62): Yahya bin Ibad memberitakan kepada kami, Yunus bin Abu Ishaq menceritakan kepada kami, Abu As-Safar menceritakan kepada kami, ia berkata: Ketika Rasulullah Sallahu\u2019alaihi wa sallam duduk bersama Aisyah dan Usamah di sisi mereka, tiba-tiba Rasul melihat ke arah wajah Usamah, lalu beliau tertawa, lalu Rasulullah SAW bersabda: (Andai saja Usamah adalah seorang budak wanita, tentu aku mendandani dan menghiasinya meskipun aku mengeluarkan biayanya). Hadits mursal shahih.\r\n\r\nDari penelusuran hadits di atas dan kesaksian hadits terakhir membuktikan sumber hadits ini terbukti shahih. Karenanya Syaikh Al-Albany \u2013rahimahullah- menshahihkannya dalam kitabnya Ash-Shahihah (1019).\r\n\r\nDalam shahih Ibnu Majah, juga para pentahqiq Musnad Ahmad cetakan Ar-Risalah  (7\/42) mengatakan: Hadits ini hasan dengan jalur-jalur periwayatannya\u201d.\r\n\r\nNamun kisah Nabi SAW yang menyedot dari dari Usamah dan memberinya air ludah tidaklah terbukti, oleh karena perawi Syarik sendirian (dalam meriwayatkannya) dan ia dikenal buruk hafalannya, sehingga tidak bisa dijadikan hujjah.\r\n\r\nDarah yang mengalir hukumnya najis menurut kesepakatan ulama. Yang ma\u2019fu (dimaafkan) adalah darah yang sedikit. Silahkan merujuk soal nomer 114018 dan 163819.\r\n\r\nIbnu Abdul Barr \u2013rahimahullah- berkata: \u201cHukum setiap darah seperti darah haid, namun sedikit darah hukumnya dimaafkan, karena adanya syarat Allah Subhanahu Wata\u2019ala dalam najisnya darah haruslah masfuh (mengalir). Pada saat seperti itu hukumnya rijs dan rijs sama dengan najis. Ini adalah ijma\u2019 ummat Islam bahwa darah yang mengalir adalah kotor lagi najis. (Kitab At-Tamhid, 22\/230)\r\n\r\nAndaipun hadits di atas shahih, maka maknanya ada kemungkinan untuk keadaan darurat atau kebutuhan, seperti dalam hal bekam, sekiranya pembekam menyedot darah pasien dengan mulutnya kemudian menyemprotkannya.\r\n\r\nWallahu a\u2019lam.\r\n\r\nSoal Jawab Tentang Islam","status":1,"created_at":"2014-10-26T20:51:56.000000Z","updated_at":"2014-10-26T20:51:56.000000Z","language_id":48,"fatawacate_id":32,"parent_id":7483,"author_id":"","books":[],"articles":[],"videos":[],"audios":[],"author_name":"","category_name":"\u0627\u0644\u0623\u062d\u0627\u062f\u064a\u062b \u0627\u0644\u0636\u0639\u064a\u0641\u0629","category_slug":"","get_date":"2014-10-26"},"translations":[],"fatawa_books":[],"fatawa_articles":[],"fatawa_videos":[],"fatawa_audios":[],"url":"http:\/\/www.islamland.com\/ind\/api\/fatawas\/7484"}