{"fatawa":{"id":9197,"title":"Testemoni Pernikahan Dengan Wanita Ahli Kitab","slug":"testemoni-pernikahan-dengan-wanita-ahli-kitab","order":"","question":"<p>Apakah dibenarkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita nasrani atau  yahudi, sebagaimana Rasulullah &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam- telah  menikahi Mariah al Qibthiyah ?<\/p>","answer":"<div class=\"answer\">\r\n<p>Alhamdulillah<\/p>\r\n<p>Nabi &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wa      sallam- tidak menikahi Mariyah al Qibthiyah, akan tetapi dia sebagai      pembantunya (budak wanita) yang diberikan sebagai hadiah dari Raja Mesir      (Muqauqis) setelah perjanjian Hudaibiyah.<\/p>\r\n<p>Seorang amah (budak wanita)      dibolehkan untuk menggaulinya meskipun ia bukan seorang muslimah, karena ia      sebagai budak yang dimiliki, Allah &ndash;ta&rsquo;ala- telah menghalalkan budak tanpa      ada syarat sebagai seorang muslimah, Allah berfirman:<\/p>\r\n<p>\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064f\u0648\u0646* \u0625\u0650\u0644\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649      \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e      ) \u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0624\u0645\u0646\u0648\u0646\/5-6<\/p>\r\n<p>&ldquo;Dan orang-orang yang menjaga      kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka      miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela&rdquo;. (QS. Al      Mukminun: 5-6)<\/p>\r\n<p>Adapun menikah dengan wanita      nasrani atau yahudi, hal tersebut dibolehkan oleh al Qur&rsquo;an dalam ayat      berikut ini:<\/p>\r\n<p>(      \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u064f \u0648\u064e\u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627      \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u062d\u0650\u0644\u0651\u064c \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u0650\u0644\u0651\u064c \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e      \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652      \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0622\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e      \u0645\u064f\u0633\u064e\u0627\u0641\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u0627 \u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u0652\u062f\u064e\u0627\u0646\u064d ) \u0627\u0644\u0645\u0627\u0626\u062f\u0629 \/ 5      .<\/p>\r\n<p>&ldquo;Pada hari ini dihalalkan      bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab      itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan      mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita      yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang      yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka      dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula)      menjadikannya gundik-gundik&rdquo;. (QS. Al Maidah: 5)<\/p>\r\n<p>Ibnu Qayyim &ndash;rahimahullah-      berkata:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Menikahi wanita ahli kitab      dibolehkan dengan nash al Qur&rsquo;an, Allah &ndash;ta&rsquo;ala- berfirman:<\/p>\r\n<p>{ \u0648\u0627\u0644\u0645\u062d\u0635\u0646\u0627\u062a \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0645\u0624\u0645\u0646\u0627\u062a \u0648\u0627\u0644\u0645\u062d\u0635\u0646\u0627\u062a \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0630\u064a\u0646 \u0623\u0648\u062a\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0643\u062a\u0627\u0628 \u0645\u0646      \u0642\u0628\u0644\u0643\u0645 }<\/p>\r\n<p>&ldquo;(Dan dihalalkan mengawini)      wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman      dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi      Al Kitab sebelum kamu&hellip;&rdquo;. (QS. Al Maidah: 5)<\/p>\r\n<p>Al Muhshanat dalam ayat di      atas adalah wanita-wanita yang menjaga kehormatan dirinya, sedangkan al      Muhshanat dalam surat an Nisa&rsquo; adalah wanita-wanita yang telah menikah.      Dikatakan dalam sebuah pendapat bahwa al Muhshanat yang dibolehkan adalah      mereka yang merdeka, oleh karenanya tidak dibolehkan menikahi budak wanita      dari ahli kitab, namun pendapat yang benar adalah yang pertama karena      beberapa sebab&rdquo;. Beliau telah menyebutkan beberapa sebab tersebut.<\/p>\r\n<p>Maksud dari ayat di atas      adalah bahwa Allah &ndash;subhanahu wa ta&rsquo;ala- telah menghalalkan bagi kita wanita      ahli kitab yang menjaga kehormatan dirinya, yang demikian juga telah      dilakukan oleh para sahabat Nabi &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam-, Utsman      telah menikah dengan wanita nasrani, Thalhah bin Ubaidillah juga telah      menikahi nasrani, Hudzaifah juga telah menikahi wanita yahudi.<\/p>\r\n<p>Abdullah bin Ahmad berkata:      &ldquo;Saya telah bertanya kepada bapak saya tentang seorang muslim yang menikahi      wanita nasrani atau wanita yahudi, beliau menjawab: &ldquo;Saya tidak menyukai      jika ia melakukannya, dan jika ia melakukannya sebagian para sahabat Nabi      &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wasallam- juga telah melakukannya&rdquo;. (Ahkam Ahli      Dzimmah: 2\/794-795)<\/p>\r\n<p>Meskipun kami&nbsp; berpendapat      membolehkan dan kami tidak meragukan hal itu karena ada nash yang jelas,      namun kami tidak menyarankan seorang muslim menikahi wanita ahli kitab,      dengan beberapa pertimbangan:<\/p>\r\n<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;          Diantara syarat bolehnya menikah dengan wanita ahli kitab adalah mampu      menjaga kehormatan dirinya, dan sangat sedikit di antara mereka yang mampu      menjaga kehormatannya.<\/p>\r\n<p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;          Diantara syarat yang lain adalah wali nikahnya adalah seorang muslim, namun      realitanya pada zaman sekarang bahwa bagi siapa saja yang menikah di negara      kafir, maka ia pun menikahi wanitanya sesuai dengan undang-undang yang      berlaku di negara tersebut, mereka pun memaksakan undang-undang yang banyak      mengandung unsur kedzaiman diberlakukan kepadanya. Mereka pun tidak mengakui      perwalian seorang muslim pada istri dan anak-anaknya. Jika sang istri      (wanita ahli kitab) sedang marah kepada suaminya, ia pun merusak rumah      tangganya dan mengambil hak asuh anak-anaknya dengan undang-undang yang      berlaku di negaranya dengan bantuan kedutaan besarnya di semua negara, dan      tentu kita tidak berdaya menghadapi negara dan kedutaannya yang ada di      nagara-negara kaum muslimin.&nbsp;&nbsp;<\/p>\r\n<p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;     Bahwa      Nabi &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam- memotivasi kita semua dengan wanita      muslimah yang taat beragama. Meskipun seorang muslimah namun tidak taat      beragama tidak dianjurkan untuk dinikahi; karena pernikahan bukan hanya      sekedar menikmatinya dengan jima&rsquo; saja, akan tetapi untuk menjaga hak Allah      dan hak suami, menjaga rumah, kehormatan dan hartanya, mendidik      anak-anaknya, maka bagaimana seseorang yang menikahi wanita ahli kitab akan      merasa aman dalam hal pendidikan agama putra-putrinya; karena mereka berada      di bawah asuhan seorang ibu yang tidak beriman kepada Allah bahkan      mensekutukan-Nya dengan sesuatu ??<\/p>\r\n<p>Oleh karena itu, meskipun      kami perpendapat bahwa dibolehkan menikahi wanita ahli kitab, namun hal      tersebut tidak dianjurkan dan tidak baik; karena menyebabkan dampak negatif,      maka wajib bagi seorang muslim yang berakal agar memilih dimana ia akan      menanam benihnya, dan melihat jauh ke depan&nbsp; tentang keadaan anak-anaknya      dan agama mereka, dan jangan sampai ia dibutakan oleh syahwat belaka yang      menghancurkan atau kemaslahatan duniawi sesaat atau kecantikan fisik yang      menipu, karena kecantikan sesungguhnya adalah kecantikan agama dan akhlak.<\/p>\r\n<p>Dan perlu diketahui, jika ia      meninggalkan pernikahan tersebut karena mengharap keutamaan dalam agamanya      dan agama anak-anaknya, maka Allah akan mengganti yang lebih baik, karena      barang siapa yang meninggalkan sesuatu kerena Allah, maka Allah akan      mengganti yang lebih baik darinya, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh      yang manusia yang jujur dan dipercaya yang tidak mengucapkan sesuatu      berdasarkan hawa nafsunya &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam-. Hanya Allah      sebagai pemberi taufiq dan petunjuk pada jalan yang lurus.<\/p>\r\n<p>Baca juga jawaban soal nomor:     <a href=\"http:\/\/islamqa.info\/id\/2527\">2527<\/a><\/p>\r\n<p>Wallahu a&rsquo;lam        .<\/p>\r\n<\/div>\r\n<div class=\"source\">Soal Jawab Tentang Islam<\/div>","status":1,"created_at":"2015-02-02T21:51:58.000000Z","updated_at":"2015-02-02T21:51:58.000000Z","language_id":48,"fatawacate_id":36,"parent_id":9193,"author_id":"","books":[],"articles":[],"videos":[],"audios":[],"author_name":"","category_name":"\u0639\u0642\u062f \u0627\u0644\u0646\u0643\u0627\u062d","category_slug":"","get_date":"2015-02-02"},"translations":[],"fatawa_books":[],"fatawa_articles":[],"fatawa_videos":[],"fatawa_audios":[],"url":"http:\/\/www.islamland.com\/ind\/api\/fatawas\/9197"}