{"fatawa":{"id":9201,"title":"APAKAH ORANG YAHUDI DAN KRISTEN PADA MASA KINI TERMASUK GOLONGAN ORANG MUSYRIK DAN APAKAH DIBOLEHKAN MENIKAH DENGAN MEREKA?","slug":"apakah-orang-yahudi-dan-kristen-pada-masa-kini-termasuk-golongan-orang-musyrik-dan-apakah-dibolehkan-menikah-dengan-mereka","order":"","question":"<p>Apa hukum menikah dengan wanita Yahudi atau KrIsten? Apakah orang Yahudi  dan Kristen pada masa kini kita anggap sebagai ahli kitab atau Musyrik?<\/p>","answer":"<div class=\"answer\">\r\n<p>Alhamdulillah&nbsp;<\/p>\r\n<p>Menikah dengan wanita Yahudi atau Kristen      menurut mayoritas ulama itu dibolehkan.<\/p>\r\n<p>Ibnu Qudamah rahimahullah berkomentar dalam      kitab Al-Mugni, 7\/99: &ldquo;Dikalangan ulama, alhamdulillah, tidak ada perbedaan      dihalalkannya (menikah) dengan wanita ahli kitab. Di antara yang      meriwayatkan hal itu adalah Umar, Utsman, Hudzaifah, Salman, Jabir, Tolhah      dan yang lainnya. Ibnu Munzir berkata: &ldquo;Tidak ada dari kalangan generasi      pertama yang mengharamkan hal itu. Diriwayatkan dari Al-Khallal, dengan      sanadnya bahwa Hudzaifah, Tolhah, Al-Jarudi bin Al-Ma&rsquo;la dan Uzainah      Al-Abdi, mereka telah menikah dengan wanita ahli kitab. Dan ini adalah      pendapat semua ulama.&rdquo;<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p>Dalil tentang hal itu adalah firman Allah      Ta&rsquo;ala:<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p>\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u064f \u0648\u064e\u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e      \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u062d\u0650\u0644\u0651\u064c \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u0650\u0644\u0651\u064c \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f      \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652      \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e      \u0645\u064f\u0633\u064e\u0627\u0641\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u0627 \u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u0652\u062f\u064e\u0627\u0646\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0623\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652      \u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646 \u064e&nbsp;(\u0633\u0648\u0631\u0629      \u0627\u0644\u0645\u0627\u0626\u062f\u0629: 5)<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p>&ldquo;Pada      hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang      yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi      mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara      wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di      antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu, bila kamu telah      membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud      berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir      sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya      dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.\" (QS.      Al-Maidah: 5)<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p>Maksud dari &lsquo;Al-Muhsonah&rsquo; disini adalah      wanita merdeka yang menjaga diri. Ibnu Katsir rahimahullah&nbsp; berkata dalam      tafsirnya, \"Ini adalah pendapat mayoritas, dan inilah yang lebih kuat. Agar      tidak terkumpul pada wanita tersebut sebagai ahli zimmah dan sifat tidak      menjaga diri. Sehingga rusak semua kondisinya. Seorang suami yang      mendapatkan isteri seperti itu (ahli kitab tapi tidak menjaga diri) ibarat      orang yang 'Merugi dengan timbangan yang curang&rsquo;.&nbsp;<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p>Yang tampak dalam ayat di atas bahwa yang      dimaksud dengan &lsquo;Al-Muhshanat&rsquo; adalah menjaga diri dari perbuatan zina.      Sebagaimana firman Allah di ayat lain &lsquo;Sedang      mereka pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula)      wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya.\"      (QS. An-Nisaa: 25)<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p>Orang Kristen dan Yahudi adalah kafir musyrik      sesuai dengan nash Al-Qur&rsquo;an. Akan tetapi dibolehkannya menikahi para      wanitanya adalah karena adanya penkhususan dalam firman-Nya:<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p>\u0648\u064e\u0644\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0652\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e\u0627\u062a\u0650      \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u0623\u064e\u0645\u064e\u0629\u064c \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0629\u064c \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652      \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 (\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0628\u0642\u0631\u0629: 221)<\/p>\r\n<p>&ldquo;Dan      janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman.      Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik,      walaupun dia menarik hatimu.\" (QS.      Al-Baqarah: 221)<\/p>\r\n<p>Kesimpulan ini lebih tepat agar dapat      menggabungkan kedua ayat di atas.<\/p>\r\n<p>mereka memang telah Allah berikan sifat      kesyirikan dalam firmanNya;<\/p>\r\n<p>&ldquo;Mereka menjadikan      orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan      (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya      disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)      selain Dia. Maha suci      Allah dari apa yang mereka persekutukan.\"      (QS. At-Taubah: 31)<\/p>\r\n<p>Mereka adalah kafir musyrik. Akan tetapi      Allah Ta&rsquo;ala menghalalkan sembelihan dan para wanita mereka yang menjaga      kehormatannya. Ayat ini&nbsp; berarti mengkhususkan keumuman ayat dalam surat      Al-Baqarah.<\/p>\r\n<p>Akan tetapi layak diketahui bahwa yang lebih      bagus dan lebih selamat, tidak menikah dengan wanita ahli kitab. Terutama      pada zaman sekarang ini.<\/p>\r\n<p>Ibnu Qudamah rahimahullah berkata: &ldquo;Kalau      telah ada ketetapan seperti ini, maka yang lebih utama tidak menikah dengan      wanita ahli kitab. Karena Umar berkata kepada orang-orang yang menikahi      wanita ahli kitab, \"Ceraikanlah mereka,\"&nbsp; Maka mereka menceraikannya kecuali      Hudaifah. Lalu Umar berkata kepada beliau, \"Ceraikan dia.\" Huzaifah      menyangggah, \"Apakah engkau mau menjadi saksi bahwa dia itu haram?\" Umar      berkata, \"Ceraikan dia, karena dia (ibarat) bara api.\" Huzaifah berkata,      \"Apakah anda menjadi saksi bahwa dia haram?\" Umar berkata, \"Dia adalah bara      api.\" Beliau menimpali, \"Saya tahu dia adalah bara api, tapi dia halal      bagiku.\" Namun setelah sekian lama waktu berselang, beliau menceraikannya.      Lalu ada yang berkata kepada beliau, kenapa anda tidak menceraikannya ketika      Umar memerintahkan kepada anda? Beliau menjawab, \"Saya tidak menyukai orang      mengira saya menggauli wanita yang tidak halal bagiku.\" Boleh jadi sang      suami hatinya condong kepadanya sehingga dia dapat menimbulkan fitnah      baginya, atau mungkin mereka berdua mempunyai anak, lalu sang anak condong      kepada ibunya.\"<\/p>\r\n<p>Al-Mughni,&nbsp; 7\/99.<\/p>\r\n<p>Syekh Ibn Baz rahimahullah berkata:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Kalau wanita ahli kitab dikenal dengan      menjaga diri dan jauh dari jalan keburukan, maka dibolehkan menikahinya.      Karena Allah membolehkan hal itu dan menghalalkan bagi kita para wanita      mereka dan makanannya. Akan tetapi pada zaman sekarang ini, dikhawatirkan      menikahi mereka, karena akan mengakibatkan berbagai dampak buruk. Sebab para      wanita tersebut kadang mengajak kepada agamanya. Apalagi bagi anak-anaknya,      bahayanya besar sekali. Tindakan yang lebih hati-hati bagi seorang mukmin      adalah tidak menikahinya. Karena dirinya tidak aman terjerumus kepada      keburukan, disamping tindakan tersebut berarti&nbsp; menyerahkan urusan anaknya      kepada orang yang beragama lain. Akan tetapi kalau ada kebutuhan, tidak      mengapa agar dapat menjaga kemaluan dan menahan pandangan, atau bersemangat      mengajaknya kepada Islam. Seraya tetap hati-hati agar terhindar dari      keburukan dan terjerumusnya anak-anak pada kekafiran.\"&nbsp;<\/p>\r\n<p>Fatawa Islamiyah, 3\/172.<\/p>\r\n<p>Wallahu&rsquo;alam               .<\/p>\r\n<\/div>\r\n<div class=\"source\">Soal Jawab Tentang Islam<\/div>","status":1,"created_at":"2015-02-02T21:51:58.000000Z","updated_at":"2015-02-02T21:51:58.000000Z","language_id":48,"fatawacate_id":36,"parent_id":9198,"author_id":"","books":[],"articles":[],"videos":[],"audios":[],"author_name":"","category_name":"\u0639\u0642\u062f \u0627\u0644\u0646\u0643\u0627\u062d","category_slug":"","get_date":"2015-02-02"},"translations":[],"fatawa_books":[],"fatawa_articles":[],"fatawa_videos":[],"fatawa_audios":[],"url":"http:\/\/www.islamland.com\/ind\/api\/fatawas\/9201"}