{"fatawa":{"id":9843,"title":"Berkenalan Dengan Laki-laki Melalui Internet Ingin Terus Berkomunikasi Dengannya dan Mengenalinya; Karena Ia Ingin Menikah Dengannya","slug":"berkenalan-dengan-laki-laki-melalui-internet-ingin-terus-berkomunikasi-dengannya-dan-mengenalinya-karena-ia-ingin-menikah-dengannya","order":"","question":"<div class=\"question\">Saya seorang muslimah, saya ingin menikah dengan  salah seorang akh yang pernah saya kenali melalui internet, dia adalah  seorang muallaf yang tinggal di luar negeri, mempunyai akhlak yang baik  namun belum mendapatkan pekerjaan, dan akan mendapatkannya insya Allah.  Sedangkan saya sekarang sudah semester akhir di sebuah Universitas,  kedua orang tua saya tidak mengizinkan saya menikah kecuali setelah  selesai kuliah, ada waktu sekitar enam bulan untuk menunggu, selama  waktu enam bulan tersebut saya ingin menggunakannya untuk lebih saling  mengenal satu sama lain, hingga setiap kita berdua mengetahui sejauh  mana kecocokan satu sama lain, saya tidak mungkin mengutarakan keinginan  menikah saya kepada wali saya tanpa mengenal dengan rinci seseorang  yang ingin menikahi saya, saya ingin memastikan kesiapannya untuk  menjadi ayah nantinya dan mampu memberikan nafkah&hellip; dengan kata lain saya  tidak akan memberikan kesempatan kepada keluarga saya meskipun sedikit  untuk menolak laki-laki tersebut, saya juga telah melakukan shalat  istikhoroh dan nampaknya semua informasi yang saya kumpulkan hingga  sekarang menunjukkan persetujuan. <br \/> Maka apakah nasehat anda kepada saya tentang cara saya berkomunikasi  dengannya dalam batasan yang masih wajar, berimbang dan masih dalam  bingkai syari&rsquo;at ?<\/div>","answer":"<div class=\"answer\">\r\n<p>Alhamdulillah<\/p>\r\n<p>Mencari tahu tentang kesiapan      laki-laki yang datang melamar dari sisi akhlak dan agamanya adalah salah      satu rukun pernikahan sukses, sedangkan rukun kedua adalah adanya kesamaan      perasaan dan kecenderungan hati dalam cinta. Rukun pertamalah yang lebih      penting; karena akhlak dan agama merupakan dasar dari setiap hubungan yang      berhasil, dan menjadi rukun dari rumah tangga yang bahagia, meskipun jauh      dari kesempurnaan cinta dan perasaan.<\/p>\r\n<p>Oleh karena itu, sebaiknya      agar menjadi perhatian khusus tentang rukun yang satu ini, dan memohon      pertolongan Allah &ndash;&lsquo;azza wa jalla- dalam rangka memilih laki-laki yang baik      akhlak dan agamanya. Telah kami jelaskan sebelumnya pada jawaban soal nomor:     <a href=\"http:\/\/islamqa.info\/id\/105728\">105728<\/a>, tentang beberapa sarana untuk memastikan      masalah ini.<\/p>\r\n<p>Adapun khususnya tentang      percakapan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram pada pada      program chatting, sebenarnya dilarang; karena ada unsur keburukan dan      mengundang fitnah, ada banyak keburukan dan bala&rsquo; yang disebabkan oleh      chatting atau yang serupa dengan itu di media sosial, hingga berujung pada      rasa rindu, bahkan sebagian mereka terjerumus pada perbuatan keji yang      menghancurkan, syetan tentu membantu mereka berdua untuk menghayal satu sama      lain hingga meresa saling bergantung dalam kerinduan yang akan merusak      urusan dunia dan agamanya.<\/p>\r\n<p>Syari&rsquo;ah telah menutup semua      pintu yang mengundang fitnah; oleh karenanya melarang berkata manis kepada      lawan jenis, berjabat tangan kepada yang bukan mahram, melihatnya, berduaan.      Percakapan melalui media sosial itu salah satu sebab yang akan menimbulkan      fitnah sebagaimana yang sudah diketahui banyak orang.<\/p>\r\n<p>Syeikh Ibnu Jibrin      &ndash;hafidzohullah- pernah ditanya: &ldquo;Apa hukumnya surat menyurat antara muda      mudi lawan jenis yang tidak ada unsur kefasikan, pacaran dan kerinduan ?<\/p>\r\n<p>Beliau menjawab:<\/p>\r\n<p>&ldquo;Seorang laki-laki tidak      boleh mengirim surat kepada wanita yang bukan mahramnya; karena akan      menimbulkan fitnah, mungkin si pengirim surat mengira tidak akan ada fitnah,      namun syetan akan selalu bersamanya untuk menghiasinya hingga satu sama lain      merasa ketergantungan. Rasulullah &ndash;shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam- telah      menyuruh siapa saja yang mendengar tentang Dajjal agar menjauhinya.      Sebagaimana telah diriwayatkan ada seseorang yang awalnya adalah mukmin pada      saat mendatanginya hingga akhirnya Dajjal mampu menjerumuskannya kepada      fitn&rdquo;h. Surat menyurat antara laki-laki perempuan merupakan fitnah yang      besar dan berbahaya yang harus dijauhi, dan meskipun penanya tersebut      berkata: &ldquo;Tidak ada unsur kerinduan dan pacaran&rdquo;. (Fatawal Mar&rsquo;ah: Disusun      oleh Muhammad al Musnid: 96)<\/p>\r\n<p>Tidak diragukan lagi      percakapan melalui chatt sangat besar pengaruhnya, dan lebih berbahaya dari      pada surat menyurat melalui pos. Maka ingatlah kepada Allah wahai saudari      penanya, tahanlah diri anda dari percakapan dengan laki-laki tersebut, yang      demikian itu akan lebih baik bagi agama anda, dan lebih membersihkan hati      anda. Ketahuilah bahwa menikah dengan laki-laki sholeh adalah karunia dan      nikmat dari Allah &ndash;Ta&rsquo;ala-. Dan nikmat itu tidak bisa diraih dengan      kemaksiatan.<\/p>\r\n<p>Jika laki-laki tersebut      memang serius mau menikahi anda maka hendaknya ia masuk rumah melalui      pintunya dengan menemui wali anda untuk meminang anda, maka setelah itu baru      diteliti tentang agama dan akhlaknya melalui cara-cara yang dibenarkan oleh      syari&rsquo;at sebagaimana yang telah dijelaskan dalam fatwa sebelumnya.<\/p>\r\n<p>Masalah ini sebenarnya adalah      tanggung jawab seorang wali, salah satu yang terpenting dalam mengawal      proses perwaliannya dalam akad nikah nantinya, agar ia mencari tahu tentang      mempelai laki-laki, mempelajarinya, ada kecocokan tidak dengan mempelai      wanita, kesiapannya untuk menikah, mampu memenuhi tanggung jawab rumah      tangganya. Seorang wanita tidak akan sanggup untuk mengkroscek masalah      tersebut dengan rinci dan benar.<\/p>\r\n<p>Jadi, anda sampaikan sekarang      agar dia mempersiapkan diri untuk memenuhi apa saja yang harus disiapkan      sebelum meminang anda, kalau semua persyaratan fisik sudah terpenuhi dan ada      kecocokan maka hendaknya memasuki rumah melalui pintunya, menghadap orang      tua anda dan mengenali keluarga anda.<\/p>\r\n<p>Wallahu a&rsquo;lam.<\/p>\r\n<\/div>\r\n<div class=\"source\">Soal Jawab Tentang Islam<\/div>","status":1,"created_at":"2015-03-10T20:51:58.000000Z","updated_at":"2015-03-10T20:51:58.000000Z","language_id":48,"fatawacate_id":39,"parent_id":9841,"author_id":"","books":[],"articles":[],"videos":[],"audios":[],"author_name":"","category_name":"\u0627\u0644\u062e\u0637\u0628\u0629","category_slug":"","get_date":"2015-03-10"},"translations":[],"fatawa_books":[],"fatawa_articles":[],"fatawa_videos":[],"fatawa_audios":[],"url":"http:\/\/www.islamland.com\/ind\/api\/fatawas\/9843"}